Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Detik-Detik Kepanikan Penumpang Kapal Usai Menabrak Tongkang: Berebut Pakai Pelampung, Bayi Terus Menangis

Febriyono Tamenk , Jurnalis-Selasa, 27 Desember 2022 |15:49 WIB
Detik-Detik Kepanikan Penumpang Kapal Usai Menabrak Tongkang: Berebut Pakai Pelampung, Bayi Terus Menangis
A
A
A

KONAWE SELATAN - Detik–detik kepanikan, saat kapal penumpang UKI Raya 23, bermuatan ratusan orang, menabrak kapal tongkang bermuatan ore Nikel, di Perairan Pulau Cempedak, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Selasa dini hari tadi, terekam kamera handphone milik salah seorang penumpang.

Dalam rekaman tersebut, ratusan penumpang panik dan berlomba untuk memakai jaket keselamatan atau pelampung. Bayi dan anak-anak pun terdengar terus menangis.

Dalam video yang sempat diabadikan seorang penumpang, terlihat para penumpang berlomba memakai jaket keselamatan yang berada di dalam kapal.

Akibat tabrakan tersebut, lambung kiri kapal penumpang Uki Raya 23 mengalami bocor pada bagian atas dan bawah, beruntung air tidak sampai masuk ke dalam lambung kapal sehingga seluruh penumpang yang jumlahnya mencapai 272 orang dapat tiba dengan selamat hingga ke pelabuhan pangkalan perahu di Kendari.

Atas peristiwa tersebut, Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Kendari (KSOP) memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap nahkoda kapal, sementara kapal tongkang hingga kini belum dapat teridentifikasi.

Berdasarkan keterangan nakhoda kapal penumpang Ukiraya 23, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 wib dini hari tadi. Tabrakan disebabkan, kapal tongkang bermuatan ore nikel tidak memiliki penerangan atau tidak menyalakan lampu, di tambah lagi cuaca yang kurang bersahabat, mengakibatkan tubrukan kapal tak dapat terhindarkan.

"Kapal tongkang tak menyalakan lampu dan kondisi laut juga sedang buruk," kata sang Makhoda Ukiraya 23, Munir Salam.

Sementara itu, Kasi Keselamatan berlayar penjagaan dan patroli KSOP Kendari, Heri Wiyanto, telah melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda Kapal Ukiraya 23 dan memeriksa beberapa saksi lainya untuk mengetahui pasti penyebab tubrukan kapal tersebut.

"KSOP Kendari, saat ini tegah berkoordinasi dengan seluruh kantor UPT di wilayah Sulawesi Tenggara, untuk mengidentifikasi kapal tongkang yang melakuan pelayaran di malam hari tanpa di sertai alat penerangan," katanya.

Diketahui kapal penumpang Ukiraya 23 yang membawa 272 penumpang, bertolak dari Pelabuhan Raha menuju Kota Kendari, namun saat melintas di peraiaran pulau cempedak, kapal itu menabrak kapal tongkang hingga membuat penumpang panik.

(Khafid Mardiyansyah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement