"Langsung gua bilang "harga normalnya itu Rp350-Rp400 ribu, lu mau cari ribut? kalau mau cari ribut, kita ribut, gua angkut nih. Karena gua ngomongnya santai, tenang, sopir taksinya jadi gugup sendiri. Gua bilang 'mana nomor telepon orangnya'. Sopir taksinya telepon salesnya, enggak diangkat," ujarnya.
"Jadi teman-teman bisa bayangin yang dari daerah enggak ngerti apa-apa, begitu naik, enggak deal harga di depan, sampai tujuan ditagih Rp 900 ribu. Untungnya gua galakin balik, dan akhirnya gua cuma bayar Rp 400 ribu. Gua ancam, fotoin orangnya, nomor salesnya, gua bilang 'gua akan cari ribut,' ya gua ancam aja," tambahnya.
Feli mengaku, sebenarnya dia ingin memperpanjang masalah ini. Namun karena sudah letih dia pun memilih untuk menyelesaikannya dengan tenang.
"Sebenarnya pingin gua ributin lebih panjang lagi. Cuma udah capek, gua pingin buat konten, tapi konten gua sampai hilang saking emosinya. Untung tenang, jadi kalau kita tenang ngomongnya dengan santai walaupun kita marah, aura yang keluar itu biasanya lebih menyeramkan. Jadi bagi teman-teman yang terbang ke Terminal 3, be aware," pungkasnya.
MNC Portal Indonesia telah mengkonfirmasi Senior Manager Branch Communication & Legal Bandara Soekarno-Hatta, M Holik Muardi dan Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Roberto Pasaribu. Namun keduanya belum merespons.
(Nanda Aria)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.