Tabunganen- BNNK Barito Kuala melaksanakan Sosialisasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba kepada siswa-siswi SMAN 1 Tabunganen di Aula SMAN 1 Tabunganen. Kamis, 27 Juli 2023.
Materi disampaikan oleh Sumiyani selaku Konselor Adiksi dari BNNK Barito Kuala. Beliau mengatakan bahwa Presiden Indonesia sudah menyatakan perang terhadap Narkoba, oleh karena itu siswa-siswi diharapkan untuk tidak mendekati apalagi mencoba narkoba.
Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Narkotika adalah zat atau obat baik yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.
Sedangkan psikotropika adalah zat atau obat yang bekerja menurunkan fungsi otak serta merangsang susunan syaraf pusat sehingga menimbulkan reaksi berupa halusinasi, ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan perasaan yang tiba-tiba, dan menimbulkan rasa kecanduan pada pemakainya.
Sumiyani menekankan untuk tidak sekali-kali menyentuh narkoba. Karena sekali kita mencoba, maka akan terjadi adiksi/kecanduan. Adiksi adalah suatu penyakit otak kronis mudah kambuh yang ditandai dengan dorongan kompulsif untuk mencari dan menggunakan zat, walaupun memiliki konsekwensi berbahaya. Adiksi didefinisikan sebagai suatu penyakit yang kronis karena otak menunjukkan perubahan-perubahan yang jelas setelah penggunaan zat yang dapat bertahan lama walaupun penggunaan zat sudah dihentikan.
Lalu bagaimana caranya agar kita terhindar dari penyalahgunaan NARKOBA? Hal ini diperlukan konsistensi dan dukungan dari individu (diri sendiri), keluarga, teman, sekolah, dan yang terpenting jauhi rokok.
Sumiyani melanjutkan, apabila sudah terlanjur menggunakan narkoba, maka hentikanlah pemakaian dan lakukan rehabilitasi. Rehabilitasi adalah suatu kegiatan pemulihan untuk para penyalahguna Narkoba dari ketergantungan Narkoba. Kenapa harus rehabilitasi?
1. Mengurangi Permintaan.
2. Memutus mata rantai penularan.
3. Kalau tidak terjangkau atau dipulihkan akan mencari berbagai cara untuk memakai / mabuk / on.
Sebagai penutup sosialisasi tersebut, Sumiyani berpesan kepada siswa-siswi SMAN 1 Tabunganen untuk tidak mencoba-coba narkoba. Apabila sudah terlanjur maka hentikanlah pemakaiannya. Dan jika sudah kecanduan, maka mintalah bantuan pemulihan rehabilitasi ke BNN / IPWL (Instansi Penerima Wajib Lapor).
(Karina Asta Widara )