JAKARTA - Dukungan terhadap bakal calon presiden (bacapres) PDIP, Ganjar Pranowo terus meningkat, terhitung dalam kurun waktu dua tahun sejak 2021 hingga 2023. Hal tersebut berdasarkan hasil survei lembaga Riset Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC).
"Kita lihat trennya, kita punya format pertanyaan top of mind sejak Mei 2021 di sini, ada 4 nama kita highlight, karena paling besar dukungannya. Merah itu elektabilitas spontan pak Jokowi dari 27,6 persen pada Mei 2021 dua tahun lalu, sekarang tinggal 6,8 persen, sudah berubah, terkonvensi dukungan pada nama lain," kata direktur riset SMRC, Deni Irvani saat memaparkan hasil surveinya secara daring, Rabu (23/8/2023).
"Yang menguat dalam dua tahun lebih, ini warna biru Ganjar Pranowo, dari 5,9 persen pada Mei 2021, sekarang menjadi 22,7 persen. Naik cukup pesat," sambungnya.
Sementara itu, kata Deni, Prabowo Subianto juga menguat secara spontan dari 13,1 menjadi 20,8 persen, begitu pun Anies Baswedan. Namun, Ganjar Pranowo tetap unggul dari kedua nama tersebut.
Deni mengatakan, persaingan ketat sangat terlihat antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto dalam tiga survei terakhir yang dilakukannya pada 11 hingga 20 Mei 2023, 16 hingga 23 Juli 2023, dan 31 Juli hingga 11 Agustus 2023.
"Sangat ketat antara Ganjar dan Prabowo dalam tiga survei terakhir antara pertengahan Mei sampai Agustus, dan ada dinamika Ganjar sempat menguat sampai 24,6 persen pada akhir april kita survei, setelah dia dideklarasikan sebagai capres," katanya.
"Kemudian sempat melemah ke 19,2 persen, lalu ke 18,6 persen, dan terakhir kembali menguat ke 22,7 persen," sambungnya.