2. Sojourner Truth (1797-1883)
Abolisionis, penulis, dan pembela hak-hak perempuan kulit hitam yang dianggap sangat berpengaruh dalam sejarah Amerika. Sojourner Truth berhasil melarikan diri dari perbudakan dan memainkan peran penting dalam Pidato Konvensi Hak-hak Wanita di Ohio.
3. Maya Angelou (1928-2014)
Penyair, penyanyi, dan aktivis yang dikenal lewat bukunya, I Know Why The Caged Bird Sings, yang memberikan harapan kepada penyintas pelecehan dan menjadi buku nonfiksi terlaris pertama yang ditulis oleh wanita Afrika-Amerika.
4. Ruth Bader Ginsburg (1933-2020)
Aktivis hak-hak perempuan dan hakim perempuan kedua di Mahkamah Agung Amerika Serikat. Ruth Bader Ginsburg mendirikan Projek Hak Perempuan di ACLU, memberdayakan perempuan miskin dan imigran yang menghadapi bias gender.
5. Anne Frank (1929-1945)
Penulis buku harian yang menceritakan kehidupannya bersembunyi dari Nazi di Amsterdam. Tulisan dari Buku hariannya yang diberi judul "The Diary of a Young Girl," sudah terjual lebih dari 30 juta eksemplar sampai saat ini.