JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merespon santai jika terdapat kelompok masyarakat yang khawatir terhadap independensi penyelenggara Pemilu. Menurut Bawaslu, sikap itu merupakan contoh sikap kritis.
“Orang khawatir tentang independensi penyelenggara pemilu, karena kami perlu sampaikan berarti bagus. Berarti masyarakat itu kritis,” kata Anggota Bawaslu Lolly Suhenty kepada wartawan, dikutip Minggu (17/12/2023).
Lolly menjelaskan, sikap itu justru membuat penyelenggara Pemilu tidak boleh sembarangan dalam mengambil sikap. Hal itu lantaran masyarakat sendiri yang akan menilai dan justru bisa melaporkan.
“Karena mata publik yang lihat banyak. Sehingga dalam konteks ini, tentu saja ini warning bagi penyelenggara pemilu. Kami engga boleh main-main karena akan ada Masyarakat yang melihat kerja kami,” tuturnya.
Lolly memastikan Bawaslu akan bekerja secara profesional selama tahapan Pemilu. Ia pun mempersilakan masyarakat untuk menilai dan ikut mengawasi.