JAKARTA - Tahun kabisat yang menambahkan satu hari ekstra setiap empat tahun dipilih di bulan Februari. Setiap tahun biasanya memiliki 365 hari. Namun, ada penambahan satu hari dengan adanya hari kabisat.
Tanggal 29 Februari ditetapkan menjadikan hari terakhir dalam bulan dengan durasi terpendek. Apa alasan dipilih Februari?
Penentuan ini terkait dengan perhitungan orbit bumi. Pada masa lalu, kalender Romawi hanya terdiri dari 10 bulan, dimulai dari bulan Maret hingga Desember.
Meski demikian, perhitungan ini tidak sejalan dengan perubahan musim dan jumlah hari dalam setahun sebenarnya, yang seharusnya 365.
Raja Romawi Numa Pompilius pada 700 SM memutuskan untuk menambahkan dua bulan dari 10 bulan. Sehingga tahun memiliki 12 bulan dan Februari menjadi penutup tahun.
Kaisar Julius Caesar kemudian menyepakati bahwa setiap empat tahun akan ada satu hari ekstra, yang disebut tahun kabisat. Februari mendapatkan tambahan satu hari pada tahun kabisat, menjadi 29 hari.
Selanjutnya Kaisar Julius Caesar menetapkan bahwa 1 tahun terdapat 365 atau dan 366 hari, yang setiap 4 tahun sekali disebut sebagai tahun kabisat.