Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Malangkucecwara, Bangunan Suci Mataram Konon Sembuhkan Penyakit Lepra di Masa Dyah Balitung

Avirista Midaada , Jurnalis-Minggu, 14 April 2024 |09:02 WIB
 Malangkucecwara, Bangunan Suci Mataram Konon Sembuhkan Penyakit Lepra di Masa Dyah Balitung
Illustrasi (foto: dok Okezone)
A
A
A

MALANG - Malangkucecwara yang menjadi semboyan Kota Malang. Kalimat ini konon berinisial berasal dari mala, angkuca, dan icwara. Mala berarti segala sesuatu yang kotor, kepalsuan, atau kebatilan. Angkuca memiliki arti menghancurkan atau membinasakan.

Kemudian, kata icwara berarti Tuhan. Artinya jika digabungkan, Malangkucecwara berarti Tuhan menghancurkan yang batil. Konon kalimat itu ditemukan dalam Prasasti Tembaga Kedu, yang dikeluarkan oleh Raja Balitung pada tahun 907 M.

Kalimat itulah yang konon mengilhami kata Kota Malang, hingga menjadikannya semboyan Malangkucecwara. Tetapi sejarawan Muzakir Dwi Cahyono menyebut, kalimat Malang Kucecwara itu tidak hanya ditemukan di Prasasti Tembaga Kedu saja.

"Bangunan suci yang bernama Malang kucecwara tidak hanya terdapat di Malang, dalam prasasti mantyasih itu terdapat bangunan suci juga," ungkap Dwi Cahyono, saat berbincang dengan MPI.

Bahkan kalimat Malangkucecwara konon juga terdapat di sebuah bangunan candi di wilayah Magelang Utara dan candi kecil di kompleks Candi Prambanan. Konon kalimat Malang Kucecwara itu digunakan untuk memuja Dewa Siwa, untuk meminta kesembuhan dari penyakit.

"Jadi kalau ada orang sakit, Malang Kucecwara itu dipuja, supaya penyakitnya itu memperoleh kesembuhan, penyakit lepra, nampaknya pada waktu itu penyakit lepra itu mewabah," terangnya.

Bangunan itu konon memang diperuntukkan untuk masyarakat yang memiliki penyakit lepra. Sebab penyakit lepra saat itu merupakan penyakit menular yang membahayakan, seperti penyakit Covid-19 yang sempat melanda.

"Kita tahu ada masa-masa tertentu di mana penyakit lepra itu dianggap sebagai penyakit berbahaya dan masyarakat ketakutan. Untuk penyembuhan penyakit itu dibuatkan bangunan suci yang secara khusus, untuk memuja kepada Dewa Siwa, ecwara itu sebutan Dewa Siwa supaya terhindar dari penyakit lepra," papar akademisi Universitas Negeri Malang (UM) ini.

Nama Malang Kucecwara sendiri muncul dari Dosen Sastra Universitas Negeri Malang (UM) Woyo Waskito, yang menemukan kalimat Malang Kucecwara dalam prasasti peninggalan Raja Balitung. Padahal saat itu memang Prasasti Ukirnegara, belum ditemukan sehingga rujukan sementara didasari pada prasasti peninggalan Dyah Balitung.

"Ketika Pak Woyo berpendapat itu (asal usul Malang dari Malang Kucecwara), Prasasti Ukirnegara belum ditemukan. Pada prasasti itu terdapat kata Malangkucecwara, maka dipendapati asal kata Malang itu Malangkucecwara," terangnya.

Maka ketika Prasasti Ukirnegara ditemukan, tinjauan asal usul kata Malang dari kalimat Malangkucecwara, dikaji ulang. Sebab pada Prasasti Ukirnegara ditemukan bahwa ada sebuah daerah bernama Malang, terletak di sebelah timur Gunung Kawi saat ini.

"Dulu belum ketemu Prasasti Ukirnegara, setelah ketemu Prasasti Ukirnegara pendapat itu di-review ditinjau ulang, kalau memang tidak akurat ya ditinggalkan. Tapi sekarang kan tetap dipakai. Karena menganggapnya malang itu dari Malang Kucecwara," bebernya

"Apalagi malang menghancurkan kebatilan, itu dihubung-hubungkan. Itu bangunan suci bukan menghancurkan kebatilan, itu bangunan suci untuk meniadakan penyakit, yang dimaksud malanya itu, mala penyakit," tukasnya.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement