JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.774 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat, berdasarkan pemantauan satelit selama 24 jam. Jumlah tersebut mencakup hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, menengah, hingga rendah.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, pemantauan dilakukan menggunakan sejumlah satelit, yakni NASA, NOAA-20, NASA SNPP, dan TERRA AQUA.
"Situasi di Kalimantan Barat, pemantauan hotspot selama 24 jam berdasarkan satelit NASA, NOAA-20, NASA SNPP, dan TERRA AQUA, terdeteksi 273 hotspot dengan kepercayaan tinggi, 2.420 kepercayaan menengah, dan 81 hotspot kepercayaan rendah," kata Berton, Minggu (23/8/2026).
Meski demikian, Berton menegaskan jumlah hotspot berdasarkan citra satelit masih perlu dikonfirmasi melalui pengecekan langsung di lapangan.
"Hasil citra satelit terjadi kenaikan jumlah hotspot dengan kepercayaan tingkat tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Namun data hotspot perlu dikonfirmasi dari hasil peninjauan lapangan dan pemantauan patroli udara," ujarnya.