JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) melalui operasi udara. Salah satunya dilakukan dengan mengerahkan empat unit water bombing untuk menjatuhkan lebih dari 1 juta liter air dalam sehari.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan operasi water bombing pada Minggu 23 Agustus dilakukan sebanyak delapan misi penerbangan (sortie). Dari operasi tersebut, 223 kali penjatuhan air dilakukan dengan total volume mencapai 1.052.000 liter.
"Pada Minggu (23/8), operasi empat unit water bombing dilaksanakan sebanyak delapan sortie dengan total 223 kali penjatuhan air sebanyak 1.052.000 liter," kata Berton, Senin (24/8/2026).
Berton mengatakan, operasi water bombing tersebut diperkirakan menangani karhutla seluas 13 hektare. "Dari operasi tersebut, dilaporkan estimasi luas lahan yang berhasil ditangani sekitar 13 hektare," imbuhnya.
Selain operasi udara, BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait juga memperkuat penanganan karhutla melalui operasi darat dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Pada Minggu 23 Agustus, OMC dilakukan untuk mendorong pertumbuhan awan hujan dengan mengerahkan tiga sortie dan total 3.000 kilogram bahan semai.
Sementara itu, luas lahan yang dilakukan pemadaman darat hingga Minggu 23 Agustus diperkirakan mencapai 104,8 hektare. Potensi pengerahan personel gabungan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat mencapai sekitar 2.751 personel.
"Luas lahan yang dilakukan pemadaman darat hingga Minggu (23/8) diperkirakan mencapai 104,8 hektare. Potensi pengerahan personel gabungan di Kalimantan Barat mencapai sekitar 2.751 personel," ujarnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.