JAKARTA- Puluhan ribu jemaah dari berbagai wilayah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat untuk menghadiri kegiatan Jakarta Berselawat yang digelar Majelis Nurul Musthofa bersama Pemprov DKI dan Polri.
Kegiatan ini diadakan dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sekaligus memeriahkan HUT ke-81 RI. Gelaran tahunan ini juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa serta korban bencana gempa NTT.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, mengatakan, pembangunan yang dilakukan di ibu kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pengembangan mental dan karakter umat.
“Membangun yang saat ini dilakukan, pembangunan fisik juga dilakukan, tetapi membangun umat juga harus dilakukan," ujar Arifin, dikutip, Senin (24/8/2026).
Arifin, menambahkan, kegiatan berselawat yang dihadiri puluhan ribu orang ini diharapkan dapat membawa kebaikan bagi Jakarta.
"Jakarta lebih sejuk, lebih damai, lebih rukun, dan Insya Allah kegiatan-kegiatan ini bisa terus kita lakukan setiap tahunnya," pungkasnya.
Ketua Panitia Pelaksana Jakarta Berselawat, Syakir Daulay, mengatakan, selain penanaman nilai-nilai keagamaan, gelaran Jakarta Berselawat kali ini dapat dukungan penuh dari jajaran Polri dalam menggalang doa untuk masyarakat yang terkena musibah di sejumlah daerah.
Syakir mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo yang mengamanatkan agar momen berkumpulnya puluhan ribu jemaah ini dimanfaatkan untuk mendoakan penanganan dan pemulihan di wilayah bencana, seperti di Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Aceh.
"Kami mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya, apresiasi kepada Kapolri yang mendukung dan juga mensupport acara ini untuk sama-sama mendoakan bangsa dan negara kita, khususnya saudara-saudara kita yang sedang mengalami bencana, yaitu di Kalimantan, di NTT, di Aceh yang sedang pemulihan,” ujar perwakilan Majelis Nurul Musthofa tersebut.
“Beliau mengamanatkan kepada kami semuanya, dan kami pun mendoakan atas amanat beliau mendoakan bangsa, negara, dan juga agama, khususnya lokasi-lokasi bencana yang sedang dalam pemulihan dan juga sedang dalam tindakan,"lanjutnya.
Syakir menjelaskan bahwa sinergi antara ulama, pemerintah daerah, dan kepolisian merupakan kunci utama dalam menjaga persatuan serta keutuhan NKRI. Melalui pesan yang dititipkan Kapolri, seluruh elemen masyarakat.
‘’Utamanya generasi muda, diimbau untuk terus menjaga kondusivitas, keamanan, dan kebersamaan di tengah momentum bulan kemerdekaan,’’pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.