"Jadi, dry ice itu berfungsi untuk mengurangi kepekatan asap dengan membongkar lapisan inversi yang membuat asap terperangkap di bawah ketinggian 6.000 sampai 7.000 kaki. Setelah asapnya naik, sinar matahari bisa masuk memicu penguapan sehingga terbentuk awan hujan. Nah, setelah itu baru kita semai dengan NaCl," ujarnya.
Ia melaporkan, kombinasi teknik dalam operasi ini membuahkan hasil positif. Faisal menyebut intensitas hujan terpantau meningkat secara signifikan di wilayah-wilayah yang menjadi target operasi.
"Saya kira banyak berita bahwa terjadi hujan di Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan dengan sangat intensif setelah dilakukannya OMC yang menggabungkan antara dry ice dan NaCl," pungkasnya.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.