JAKARTA - DPR mengkhawatirkan tindakan represif terhadap penanganan kasus aliran kepercayaan Al Qiyadah Al Islamiyah dapat memicu konflik horisontal di tengah masyarakat.
"Tindakan anarkis dapat memicu konflik horisontal di tengah masyarakat," ujar Ketua DPR Agung Laksono, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (1/11/2007).
Agung sangat menyayangkan berbagai tindak kekerasan yang dilakukan sebagian kelompok masyarakat terhadap penganut Ahmad Musaddeq ini. Sebab itu, dirinya meminta aparat keamanan untuk dapat menyikapi persoalan ini secara bijak.
Menurutnya, membuka forum dialog jauh lebih baik dalam merespon munculnya aliran kepercayaan yang dianggap sesat ini. Tindakan membuka dialog, kata Agung, jauh lebih positif dalam upaya memunculkan persamaan keyakinan.
"Tidak semata-mata tindakan represif, tapi harus tindakan preventif, persuasif. Atau lebih pada pembinaan mental, itu yang lebih penting," imbuhnya.
Sementara itu, sikap kooperatif yang telah ditunjukkan pimpinan Al Qiyadah Al Islamiyah Ahmad Musaddeq dengan menyerahkan diri ke kepolisian, menurut Agung, hendaknya direspon positif sesuai aturan hukum yang ada. "Yang sudah terjadi sekarang, silakan dituntut menurut hukum yang berlaku," tandasnya.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.