JAKARTA - Pemprov DKI berencana mengkaji ulang jam belajar siswa. Hal itu berdasar hasil survey dari dinas terkait, yakni jam belajar siswa saat ini ikut menyumang kemacetan lalu lintas.
Beberapa bulan lalu, Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) dan Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) DKI Jakarta telah menyurvei jam belajar dengan jarak tempuh siswa ke sekolah. Dari survey itu, Dikdas maupun Dikmenti DKI Jakarta menemukan hasil bervariasi, seperti waktu berangkat siswa ke sekolah beragam antara pukul 07.00-07.30 WIB. Artinya pada jam-jam tersebut, jumlah pelajar yang berada dalam perjalanan cukup banyak. Maka itu, Dikdas maupun Dikmenti DKI Jakarta berencana mengubah jam belajr siswa tersebut.
"Kepala Dikmenti DKI Jakarta Margani Muhammad Mustar  menyatakan sudah mempersipkan konsep perubahan belajar siswa. Meski demikian masalah itu perlu dikaji lebih dalam agar hasilnya efektif sehingga tidak menimbulkan kekacauan.
Margani menjelaskan, masalah lalu lintas Jakarta sangat berpengaruh terhadap cara belajar siswa di sekolah. "Kami masih mengkaji apakah jam belajar siswa itu perlu diubah atau tidak. Namun pengkajian itu membutuhkan waktu lama dengan melibatkan pakar,"ungkapnya kepada Sindo, Selasa (22/1/2008).
Dia memaparkan konsep perubahan jam belajar itu dipaparkan dihadapan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo hari ini. Konsep itu adalah siswa SMA cenderung menggunakan kendaraan bermotor untuk berangkat sekolah. Dari ribuan siswa, hanya sebagian kecil yang menggunakan angkutan umum.
Selain itu jarak tempuh siswa juga cukup bervariasi. Sementara itu, masalah lain yang perlu dikaji adalah pelajar yang bertempat tinggal di luar Jakarta, seperti Tangerang, Bekasi, Depok, Bogor.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.