JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan Dasar dan Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) akan menyegel dan menutup 8 buah sekolah SD-SMP, karena memiliki bangunan yang memprihatinkan.
"Karena itu kami mengimbau kepada pemilik sekolah agar melakukan merger dengan sekolah agar KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) tetap berjalan," jelas Kepala Dikdas Silviana Murni dalam jumpa persnya di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (26/2/2008).
Delapan sekolah SD-SMP yang akan ditutup tersebut adalah SD 21 dan SD 22 di Kramat Jati, SD 07, 08, 05, dan 06 di Petamburan. Lalu SMP 220 di Jakarta Barat dan SMP 193 Jakarta Timur.
Silviana mengatakan, penutupan 8 gedung sekolah ini karena bangunan sangat rawan ambruk. "Makanya diharapkan dilakukan pemindahan murid ke sekolah lain atau ruangan lain yang masih digunakan," jelasnya.
Selain itu, untuk memperbaiki sekolah yang hampir ambruk Silviana mengaku anggaran untuk perjalanan dinas akan dipotong untuk dialihkan pembangunan gedung, "Pokoknya kita alihkan untuk yang prioritas," ujarnya.
Silviana mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah menganggarkan dana Rp675.250.000.000 untuk memperbaiki 437 sekolah dari SD hingga SMP. Tapi hanya 22 sekolah yang disetujui untuk direhab total. Rinciannya 12 SD dan 10 SMP.
"Ini belum dibarengi rehab berat, khususnya di Jakarta Timur ada 60 lokasi yang harus direhab. Biaya untuk satu gedung sekolah yang rusak berat mencapai Rp800 juta-Rp1,5 miliar. Rata-rata bangunan yang terancam ambruk umurnya 25 tahun lebih," paparnya.
Sementara anggota DPRD dari PKS Igo Ilham menambahkan, pengajuan proposal yang diajukan Dikdas untuk rehab total saat ini cuma untuk 20 sekolah, baik SD-SMP.
"Pada prinsipnya kita setujui. Hanya saja dari 20 yang diusulkan, sebanyak 10 gedung drop dananya kita alihkan untuk perbaikan 100 gedung rusak berat," jelasnya.
Berdasarkan data dari Dikdas, lanjutnya, ada 437 gedung yang harus direhab total, baik rusak maupun kena banjir atau bangunannya tidak sesuai dengan gedung modern. "Setiap satu gedung yang direhab total, dananya bisa mendanai 10 gedung yang direhab berat," pungkasnya.
(uky)