tragedi sukhoi

NEWS » News

Menhan Malaysia: Jangan jadi Mainan Diadu Domba

Irma Yani - Okezone
Selasa, 30 Juni 2009 06:18 wib

JAKARTA - Pertemuan anatara Menhan Indonesia Prof. Dr. Juwono Sudarsono dan Menhan Malaysia Dr. Dato' Seri Ahmad Zahid Hamidi tiga pekan lalu menghasilkan kesepakatan untuk meredakan ketegangan dan mengurangi kapal-kapal perang di wilayah Blok Ambalat.

Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa Indonesia dan Malysia merupakan dua negara yang sama-sama membutuhkan minyak, maka sebagai masalah hukum internasional, kesepakatan atas hak daulat Blok Ambalat harus segera diselesaikan.

"Kita tidak perlu marah-marah. Baik konseptual ataupun operasional di lapangan, banyak jalan untuk menyelesaikan dengan pertemuan-pertemuan informal," ungkap Juwono Sudarsono dalam acara Dialog Hubungan Indonesia-Malaysia dengan tema Halaqah Ukhuwah Wathaniyah Indonesia-Malaysia di Restoran Pak Datuk, Senin malam (29/6/2009).

 Hal Serupa diungkapkan pula oleh Menhan Malaysia Dr. Dato' Seri Ahmad Zahid Hamidi. Menurutnya  permasalahan yang timbul saat ini dikarenakan tidak adanya usaha informal yang dilakukan oleh kedua negara, karena setiap persoalan selalu diselesaikan melalui usaha formal.

Seharusnya, hubungan informal ini diwujudkan karena salah satu cara dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan tidaklah selalu melalui hubungan yang formal.

"Realita harus kita hadapi, di dalam keadaan sekarang ini siapa yang memegang peranan sehingga ada pemetaan? Jangan kita menjadi mainan dalang yang mengadu dombakan kita. Pokoknya Indonesia-Malysia harus bersatu baik secara formal ataupun informal. Harus ada darah yang sama, denyut nadi yang sama. Kawasan itu kawasan bertindih. Perang Indonesia dan Malaysia terjadi jika kedua Menhan mengatakan harus terjadi, tapi ini kan tidak mungkin, kita kan bersaudara," ujarnya.
(fit)

  • andri » 0 Tanggapan
    menhan malaysia goblok.. jangan mau diadu domba gimana? udah jelas2 masuk wilayah kita.. dimana letak diadu dombanya.. pemimpin kita juga lemah, udah tai ada serigala berbulu domba.. ga jeli.. kesimpulannya malaysia licik, pemimpin kita pada bodoh.. Malingsia hayo obok2 indonesia, mumpung pemimpin nya pada merem.. mumpung pemimpinnya belum diganti dengan yang mirip soeharto..
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Kresna » 0 Tanggapan
    Sudahkah Indonesia menjadi negara yang tahu akan sejarahnya. Kita pernah dijajah Jepang tapi kita tetap jadi pengguna produk jepang. Kita pernah dijajah Belanda tapi kita tetap berhub diplomatik dengan Belanda. Kita pernah diserang Inggris tapi banyak yang pobia dengan pemain/team bola dari Inggris. Kita punya aparat pemerintahan yang mungkin kurang memahami sejarah bangsanya. Tengoklah bangsa cina yang selalu komit dengan budayanya n tidak mencla-mencle. DARI DULU KITA selalu ribut dengan Malaysia tapi ya TKI tetap dikirim. Mau apa hayo sekarang.... Perang??? Punya apa untuk perang. Paling punya bedil angin doang. Mau menang???
    Beri Tanggapan Laporkan
  • joko » 0 Tanggapan
    anjing MALINGSIA!!!!!!!!!!!!!!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Yai Hanif » 0 Tanggapan
    OKB, arogan. Kalau bermulut manis pasti ada udang dibalik batu. Jangan kendorkan penjagaan perbatasan dengan Malaysia.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • neisha » 0 Tanggapan
    Dasar MALINGsya cuma besar mulut doank!!! Sudah maling budaya, maling hasil hutan, maling pulau, maling Tanah di perbatasan Bangsa bermuka dua, manis di depan nusuk di belakang. Kasihan Bangsa ini punya pemimpin yg ngak tegas dan berkali2 dilecehkan dan diKADALin sm MALINGSIA tapi ngak pernah TEGAS!!! Kasihan dan malu sm RAKYAT donk...
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.