Image

Berikut Kronologis Penyiksaan 4 Mahasiswa di Mesir

PEKANBARU - Empat mahasiswa Indonesia asal Riau yang menuntut ilmu di Mesir mengalami penyiksaan sadis oleh polisi Mesir.

Raidatul Firdaus, kakak dari salah satu mahasiswa mengungkapkan mengenai kronologis kejadian mulai dari penangkapan hingga penyiksaan. Berikut kronologis penyiksaan pada tanggal 28 Juni lalu itu:

Awalnya, keempat mahasiswa sedang duduk dan belajar di ruang kos mereka di Mesir. Tiba-tiba malam itu ada sebanyak 12 polisi Mesir dengan senjata lengkap mendobrak dan langsung menginterogasi mereka di tempat.

"Keempatnya ditanyai apakah mereka tersangkut dengan jaringan pendiri Hamas Syekh Ahmad Yasin (tokoh pendiri Hamas). Lalu mereka mengatakan tidak, kami bukan bagian dari mereka. Lalu polisi tidak percaya dan polisi melakukan pemeriksaan ke ruang-ruang mereka, saat itu ditemukanlah gambar Syekh," kata Raidatul kepada okezone, di rumahnya Jalan Pasir Putih, Desa Pematang Berangan Rambah Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Sabtu (4/7/2009).

Saat ditemukan itu, lanjutnya, mereka langsung marah dan langsung menggiring keempat mahasiswa tersebut ke mobil, serta membawa barang bukti ke sel bersama keempatnya.

Sesampainya di sel, mereka langsung ditempatkan di salah satu ruangan untuk diinterogasi dan selanjutnya mereka ditelanjangi dengan kedua tangan dan kaki diikat serta mata ditutup.

Seperti diketahui, empat mahasiswa itu adalah Faturrahman, Arzil, Tasrih, dan Sugandi. Mereka ditangkap karena dituduh polisi menyimpan gambar tokoh Hamas, Syeh Ahmad Yasin dan dituding membuat situs Ihwan online.

(lsi)
Live Streaming
Logo
breaking news x