Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Akbar Persilakan Yuddy Maju Ketum Golkar

Yuni Herlina Sinambela , Jurnalis-Senin, 03 Agustus 2009 |17:53 WIB
Akbar Persilakan Yuddy Maju Ketum Golkar
Akbar Tandjung (Foto: Dok Koran SI)
A
A
A

JAKARTA - Politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung mempersilahkan tokoh muda seperti Yuddy Chrysnandi maju dalam bursa pemilihan kepemimpinan salah satu partai tertua di Indonesia.  

"Bahwa Yuddy tokoh muda dengan pengalaman cukup secara pribadi terpanggil untuk ikut dalam seleksi pemilihan kepemimpinan Partai Golkar," ujarnya saat menyambut kedatangan Yuddy di kediamannya, Jalan Purnawarman Nomor 18 Jakarta Selatan, Senin (3/8/2009).

Menurut Akbar, tentu hal itu didasari karena penurunan Partai Golkar. Pemilihan ketua umum Golkar tentunya didasarkan dengan kondisi partai yang majemuk dan menganut bhineka tunggal ika.

Seandainya ada orang muda untuk maju, bagi golkar tentunya harus didukung. Tapi sebagai negara berdemokrasi dan akuntabilitas semuanya diserahkan kepada mekanisme partai yaitu munas.

"Silakan maju dengan keyakinan Anda, dan sepenuhnya kita serahkan pada mekanisme. Apapun itu sudah merupakan keputusan terbaik," ujar mantan ketua DPR itu.

Saat ditanyakan mengenai ketua umum harus senior atau junir?  Akbar memberikan jawaban diplomatis. "Tentunya senior dan junior harus saling bersinergi. Senior kita butuhkan untuk memberikan pengertian dan nasihatnya ke partai. Junior untuk bisa memberikan sesuatu yang baru, bisa memberikan perubahan dan gagasan baru bagi partai," paparnya.

Apakah sosok Yuddy cocok? "Kalau dilihat dari kriteria dari Yuddy tentunya pernah sebagai pengurus di Golkar itu sudah merupakan modal yang baik dan persyaratan yang cukup. Karena itu Yuddy harus aktif melakukan komunikasi politik dengan DPD 2," saran Akbar.

Dia berharap orang yang terpilih nanti mampu membangun partai ke depan lebih baik. "Tentunya siapapun orangnya harus biasa memberikan komitmen partai ke depan dan gagasan serta komunikasi politik dengan kelembagaan baik struktur dan akses pengambilan keputusan berbangsa dan bernegara," terang Akbar.

Tapi kabarnya disebut-sebuk Aburizal Bakrie tak berpeluang karena kasus Lapindo?  Akbar menangapinya agar tidak mudah terjebak klaim. "Saya rasa kita jangan mengklaim, jangan pilih si A. Tentu pernyataan tidak baik. Kita harus bangun iklim yang baik, apa yang bisa dilakukan untuk kebaikan partai," tutupnya.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement