SEMARANG - Masih ingat dengan tragedi "zakat maut" yang terjadi di Pasuruan Jawa Timur? Pembagian zakat langsung, hari ini juga digelar Keluarga Besar Nawang Layung di Jalan Letjen Suprapto No. 43 Semarang, Senin (14/9/2009).
Membludaknya pengantri, membuat sedikit kericuhan dalam pembagian amplop berisi uang Rp20 ribu itu.
Beruntung tidak ada korban jiwa lantaran banyaknya lansia yang terinjak-injak. Â Hanya adu mulut antara warga dengan panitia yang terjadi, karena uang yang dibagikan habis sebelum antrean panjang itu usai. Puluhan polisi dari Mapolsek Semarang Utara tampak melakukan penjagaan ketat prosesi pembagian zakat ini.
Pembagian zakat itu sudah dinanti-nanti warga sejak pagi, bahkan sebagian warga sudah mengantre sejak pukul 06.00 WIB. Meskipun pembagian zakat yang dilakukan rutin tiap tahun itu baru dimulai pukul 09.00 WIB.
Puluhan warga protes karena tidak mendapatkan amplop zakat. Meski  sempat ricuh, namun situasi tetap terkendali tidak ada pengantre yang pingsan ataupun terluka.
Rusmiyati (40) warga Tireman, warga Semarang yang mengantre sambil menggendong anaknya, mengaku jengkel karena tidak kebagian uang zakat.
"Tahu-tahu panitia bilang zakatnya sudah habis. Padahal saya antre sejak pagi-pagi sekali," ujar Rusmiyati.
Sementara itu Slamet (30), salah seorang anggota Keluarga Besar Nawang Layung mengatakan, telah menyiapkan 270 amplop zakat yang masing-masing berisi uang Rp20 ribu.
"Saya menyesalkan kericuhan ini. Mudah-mudahan tahun depan kami bisa menyediakan dana yang lebih besar lagi," jelas Slamet.
Antrean dan kericuhan itu juga sempat membuat kemacetan arus lalu lintas di Jalam Letjen Suprapto serta kawasan kota lama Semarang.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.