TEGAL - Seorang siswi SMPN 1 Tegal, Indriya Priyantana (14), diduga menjadi korban kekerasan seorang guru sekolah favorit di Jalan Tentara Pelajar, Kota Tegal, Jawa Tengah.
Siswi kelas VIII D tersebut ditempeleng pada pipi sebelah kiri oleh Sukandar, guru pengampu Matamatika. Akibatnya, putri pertama pasangan Barli Suharjono dan Muslimah itu mengalami pusing dan sakit pada bagian telinga.
Korban juga mengaku trauma atas kejadian itu hingga seharian mengurung diri di kamar dan tidak mau makan. "Anak saya semula tidak mau cerita kalau habis ditampar gurunya," kata ibu kandung korban, Muslimah, saat mengadukan kejadian itu ke Wakil Wali Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin di SMPN1 Tegal, Sabtu (7/11/2009).
Dia menuturkan aksi kekerasan yang menimpa anaknya terjadi pada Kamis, 5 November, saat memasuki jam pelajaran ke tiga dan ke empat. Informasinya, saat itu kondisi kelas cukup ramai. Kemudian datang seorang guru memperingatkan siswa agar tidak gaduh.
"Teman anak saya, Fitriyana kemudian bilang ke guru itu jangan hanya siswa perempuan yang terus dimarahi, siswa laki-laki juga harus dimarahi. Tiba-tiba guru itu menempeleng pipi kiri anak saya," kata dia.
Didampingi suaminya, Barli Suharjono, Muslimah menjelaskan guru tersebut menampar putrinya cukup keras hingga semua semua siswa yang berada di kelas mendengar suara tamparan tersebut. "Saya jelas tidak terima dengan tindakan guru itu," ujar Muslimah.
Menurut dia, sejak penamparan itu anaknya mengaku kerap mengeluhkan sakit dan telinga berdenging. Khawatir terjadi sesuatu, Indriya Priyantana kemudian dibawa ke RSUD Kardinah untuk mendapat perawatan medis. Hasil computed tomography (CT) scan memang tidak ada masalah.
Terkait tindakan guru tersebut, Muslimah meminta agar pihak sekolah memberikan sanksi tegas. Ia juga berharap kejadian itu tidak terulang dan menimpa siswa lain. "Saya minta guru itu diberi sanksi," tandasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.