o1 o2

Polhukam


Pistol untuk Eksekusi Nasrudin Seharga Rp11 Juta

Kamis, 26 November 2009 - 01:48 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Marieska Harya Virdhani - Okezone

DEPOK - Pistol yang diduga digunakan para eksekutor untuk menghabisi Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, diketahui berasal dari anggota Brimob Kelapa Dua, Depok. Pistol jenis Colt ini dibaderol senilai Rp11 juta.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan kasus pembunuhan Nasrudin dengan terdakwa tiga anggota Brimob, Teguh Narko, Heri D dan Agus Susanto, di Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, Rabu (25/11/2009).

Menurut keterangan saksi, Sertu (Laut) Andrikus Balthazar, salah seorang eksekutor Fransiscus alias Amsi melakukan transaksi senjata dengan Heri D di pojok lapangan, dekat gedung utama Mako Brimob Kelapa Dua Depok.

Amsi, kata Balthazar, kemudian menyerahkan uang sejumlah Rp11 juta kepada terdakwa Heri. Uang itu selanjutnya diserahkan kepada terdakwa lainnya, Teguh yang sudah menunggu di dalam mobil.

"Setelah uang diterima, Heri menyerahkan senjata kepada Amsi. Baru kemudian enam butir amunisinya diserahkan," katanya di persidangan.

Namun, pengakuan Balthazar itu dibantah terdakwa Teguh. Menurut teguh, dirinya hanya menerima uang sebesar Rp10,5 juta dari Amzi. "Yang saya terima hanya Rp10,5 juta. Bukan Rp11 juta," ungkapnya.

Beberapa hari kemudian, lanjut Balthazar, Amsi kembali menemui ketiganya untuk meminta lagi amunisi kepada Heri, lantaran saat diuji coba oleh Amsi, hanya satu peluru yang berhasil ditembakkan.

"Pas ketemu kedua kalinya, Heri kemudian menyerahkan enam peluru lagi, sebagai imbalan Amsi memberi uang Rp200 ribu kepadanya," kata Balthazar.

Baltazhar juga mengaku, sempat diberi uang Rp700 ribu oleh Amzi atas jasanya itu.
(ded)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan
o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

  • Rabu, 10 Februari 2010 04:04 wib

    KPU Dinilai Ceroboh Cabut SEB Panwas

  • Rabu, 10 Februari 2010 02:30 wib

    Polisi Ditembak, Saksi Kunci Masih Diamankan

  • Rabu, 10 Februari 2010 00:02 wib

    Wartawan Disekap, Polisi Segera Panggil Saksi

  • Rabu, 10 Februari 2010 00:01 wib

    Pansus Akan Sita Satu Truk Data dari BPK

  • Selasa, 09 Februari 2010 23:07 wib

    Hapus Jejak, Buron BLBI Ganti Identitas Kewarganegaraan

  • o3 o4