Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Bursa Ketum PDIP, Saatnya Megawati Turun

Insaf Albert Tarigan , Jurnalis-Minggu, 17 Januari 2010 |08:30 WIB
Bursa Ketum PDIP, Saatnya Megawati Turun
A
A
A

JAKARTA - Megawati Soekarnoputri sebaiknya tidak mencalonkan diri atau dicalonkan kembali menjadi ketua umum PDI Perjuangan dalam kongres partai tersebut tahun ini.
 
Sudah saatnya partai berlambang Banteng gemuk itu melakukan regenerasi kepemimpinan agar tetap kompetitif dalam pemilu 2014 mendatang. Perlu ada transformasi dan terobosan-terobosan baru oleh generasi yang lebih muda.
 
“Tahun 2009 adalah tahun terakhir Ibu Mega tak hanya sebagai calon presiden tetapi juga ketua umum PDI Perjuangan,” ujar pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro kepada Okezone, Sabtu (16/1/2010).
 
Meski demikian, Siti tak memungkiri karakteristik massa tradisional PDI Perjuangan yang sangat tergantung dengan sosok Megawati. Sebagai solusi, dia menyarankan agar putri sulung Soekarno itu meniru langkah mantan Perdana Menteri Singapura Lee Kwan Yew.
 
Lee, kata Siti, tahu bahwa dia masih bisa menjadi perdana menteri kalau dia mau. Akan tetapi, dia sadar bahwa Singapura membutuhkan regenerasi kepemimpinan dan dia memilih sebagai penasihat senior sosok pemersatu.
 
“Ibu Mega punya potensi sebagai sosok pemersatu dan penasihat agar PDI Perjuangan tidak pecah karena konflik,” ujarnya.
 
Selain itu, sambung Siti, Megawati harus mengawal proses pergantian kepemimpinan di PDI perjuangan berlangsung secara demokratis.
 
Semua kader partai yang dianggap berpengalaman dan mumpuni menjadi pemimpin harus diberi kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri menjadi ketua umum.
 
“Jangan sampai kader merasa terkunci bahwa yang bisa menjadi ketua umum hanya keturunan Soekarno,” katanya.

(Hariyanto Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement