DENPASAR - Polisi memastikan penyebab kematian bule asal Jerman Mario Arnold, (41) yang ditemukan tewas di dalam mobilnya, di daerah semak-semak Serangan, Denpasar Selatan, awal Februari 2010 lalu akibat bunuh diri.
"Hasil penyidikan kami dengan melihat barang bukti yang ada dan hasil lab forensik, disimpulkan korban tewas karena bunuh diri," tegas Wakapoltabes AKBP Putu Mahasena di Mapoltabes Denpasar, Rabu (10/3/2010).
Menurut Mahasena, dugaan kuat pria yang sudah dua tahun tinggal di Indonesia itu, diperkuat sejumlah barang bukti yakni selang warna biru, pisau roti, satu botol minuman Wine. "Pada kerongkongan korban ditemukan cairan metanol berukuran 64,15 TPM," papar Mahasena didampingi Kapolsek Denpasar Selatan AKP Gde Ganefo.
Setelah diperiksa seksama, hasil laboratorium indentik dengan cairan yang diminum korban yang dikenal seorang tenaga akunting di sebuah perusahaan di Lombok Barat itu.
Disinggung modus korban melakukan aksi nekat itu, Mahasena tidak bisa menjelaskan secara pasti, karena tidak ada saksi yang melihat kejadian itu. "Ya kalau lebih jelasnya tanya korban bagaimana caranya dia bunuh diri," kelakar Mahasena kepada awak media.
Namun dari keterangan para saksi dan barang bukti yang ada di TKP, polisi semakin yakin korban bunuh diri. Memang kata Mahasena, ada dugaan korban menghubungkan selang di knalpot lalu dimasukkan mobil sehingga ia tewas menghirup gas buang itu. "Soal ada kekerasan tumpul itu kami duga karena kepala korban membentur stir mobil," sebut dia.
"Saat pemeriksaan terhadap jasad korban, pihak kepolisian Jerman juga kami undang dan mereka membenarkan dapat menerima kesimpulan penyebab kematian korban karena bunuh diri," ujar dia.
Pihak kepolisian, merasa perlu menjelaskan secara transparan penyebab kematian korban, agar nantinya tidak ada lagi pihak-pihak yang mempertanyakan penyebab kematian pria dengan tinggi 170 cm itu.
Beberapa saksi membenarkan, melihat korban membawa barang-barang bukti tersebut saat pergi dari hotel tempatnya menginap."Pedagang di warung membenarkan korban pernah membeli selang biru yang diduga dipakai bunuh diri," ucap Mahasena. Demikian pula pemiliki restoran tempat korban makan membenarkan jika pisau roti dibawa korban pergi dan belakangan diketahui tewas.
Mario Arnold ditemukan tewas dengan jasad mulai membusuk di sebuah mobil Jimny DK-683-Q yang diparkir di kawasan semak-semak daerah Serangan, sekitar 15 kilometer selatan pusat Kota Denpasar, pada februari 2010.
Polisi menyita BB seperti paspor dan SIM A atas nama Mario Arnold, yang tercatat dikeluarkan Polres Lombok Barat tertanggal 21 Mei 2008, tertera nama Mario Arnold dengan alamat Jalan Raya Senggigi Batu Layar, Lombok Barat, NTB. Polisi juga memeriksa di Hotel Grand Kumala Kuta, tempat Mario mengingap menemukan satu buah laptop.
(fit)