BREBES - Ribuan ikan berbagai jenis ‘mabuk’ dan tergelepar di sepanjang kawasan pantai Randusanga Kulon, Kecamatan/Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Ikan-ikan tersebut terkapar diduga akibat pengaruh perbedaan suhu air laut. Ikan yang biasa hidup di laut dalam, seperti ikan pari, belut laut, rajungan hingga udang terlihat mengapung di permukaan air laut yang dangkal.
Fenomena yang tidak biasa terjadi itu menjadi rebutan warga yang tinggal di sekitar kawasan Objek Wisata (OW) Pantai Randusanga Indah (Parin). Mereka mengambil ikan dengan menggunakan jaring maupun alat sederhana lainnya.
Marfuah,(56), warga Desa Randusanga Kulon menuturkan, ribuan ikan laut itu diketahui mulai muncul sekira pukul 08.00 WIB. “Saya baru mau bukan warung, tapi pas melihat ke laut banyak ikan yang pada minggir,”kata Marfuah.
Fenomena munculnya ikan itu berlangsung cukup singkat. Kemunculan ribuan ikan di permukaan laut ini ditandai dengan banyaknya burung camar yang terbang rendah. Kejadian ini menarik perhatian warga dan nelayan. Mereka kemudian berebut menangkap ikan dengan menebarkan jaring di pinggir laut.
“Kemunculan ribuan ikan ini baru terjadi hari ini. Padahal, tidak ada ombak besar,” ujar Subeno,(32),nelayan setempat.
Kabid Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Brebes Tardi menjelaskan, fenomena ribuan ikan yang terkapar ini akibat naiknya air dasar laut ke atas. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan suhu yang sangat drastis antara dasar laut dan permukaan.
“Kejadian ini bukan karena keracunan. Ikan yang biasa hidup di laut dalam itu muncul ke permukaan karena oksigen di dasar laut habis,”paparnya.
(Kastolani/Koran SI/fit)