JAKARTA- Indonesia Corruption Watch (ICW) menyebut ada rekening mencurigakan senilai Rp95 miliar yang diduga milik petinggi Polri. Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri pun membantah tudingan tersebut.
"Tidak. Itu salah. Itu kita akan minta klarifikasi yang namanya laporan hasil analisis (LHA). Itu kan tidak boleh beredar, itu untuk kepentingan penyidikan,” ujar Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Selasa (4/5/2010).
Kapolri mengaku heran mengapa informasi rahasia itu bisa beredar luas. “Dari mana LHA bisa beredar seperti itu. Kalau sekarang ada yang menjelaskan, kita akan minta penjelasan termasuk ke dalam,” imbuh Kapolri.
Dia juga berencana melakukan klarifikasi terkait kebenaran tudingan itu. “Kita akan cek. LHA itu tidak boleh beredar, nanti bubar-bubaran kalau LHA bisa bebas keluar. Kalau semua boleh diumumkan, kasihan karan belum tentu benar,” jelas Bambang.
Apakah ada upaya penggembosan tim independen?
“Tidak, tapi ini kita akan cek. Kami sudah koordinasi dengan PPATK segera duduk bersama LHA ini dari mana keluarnya,” pungkasnya.
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari