getting time...

SBY: Kolonel Adjie Langgar Sumpah Prajurit

Andina Meryani - Okezone
Rabu, 8 September 2010 21:10 wib
Ilustrasi (Foto Koran SI)
Ilustrasi (Foto Koran SI)

JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya menjawab kritik Kolonel (Pnb) Adjie Suradji atas gaya kepemimpinannya yang disampaikan di kolom opini salah satu media nasional pada 6 September lalu.

Secara tegas SBY menyatakan tindakan Kolonel (Pnb) Adjie tidak dapat dibenarkan karena telah melanggar kode etik prajurit TNI.

“Bagi prajurit TNI tidak ada ruang untuk mengkritik atasannya, siapa pun itu. Baik organik, maupun pada tingkat nasional sebagaimana diatur oleh konstitusi. Itu bertentangan dengan sumpah prajurit dan UU,” ujarnya di Jakarta, Rabu (8/9/2010).

Dalam tulisannya, Adji menjelaskan, ada dua jenis pemimpin cerdas. Yaitu pemimpin cerdas saja dan pemimpin cerdas yang bisa membawa perubahan. Untuk menciptakan perubahan tidak diperlukan pemimpin sangat cerdas. Sebab kadangkala kecerdasan justru menjadi penghambat keberanian mengambil keputusan dan dan mengambil risiko.

Dia lantas menyebutkan, kepemimpinan berkarakter risk taker bertentangan dengan ciri-ciri pemimpin populis. Adjie kemudian menceritakan mengenai para pendahulu SBY.

Disebutkan setiap presiden telah berhasil membawa perubahan sendiri-sendiri. Sayangnya hingga era SBY ada hal buruk yang tampaknya belum berubah, yaitu perilaku korup para elit negeri.

“Akankah korupsi jadi warisan abadi? Saatnya SBY menjawab. Slogan yang diusung dalam kampanye politik isu ‘Bersama Kita Bisa’ (2004) dan ‘Lanjutkan’ (2009) seharusnya bisa diimplementasikan secara proporsional,” tulis Adjie.

Adjie juga mengkiritisi kebijakan SBY yang memperkuat lembaga penegak hukum tapi hukum sendiri acapkali berlaku seperti pedang bermata dua. Tajam ke bawah, tapi tumpul ke atas.

“Indonesia perlu pemimpin visioner. Pemimpin dengan impian besar, berani membayar harga, dan efektif dengan birokrasi yang lentur,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Presiden menegaskan bahwa pihak yang lebih berhak menjelaskan persoalan ini adalah KSAU, Panglima TNI, dan Menteri Pertahanan. Termasuk apakah akan ada sanksi terhadap Kolonel (Pnb) Adjie atas kritik yang dilancarkan kepada Panglima Tertinggi TNI. “Itu bukan domain saya. UU TNI secara gamblang sudah menyebutkan kode etik,” ujarnya.
(ful)

  • Haryo Hastoko » 0 Tanggapan
    Harusnya SBY berterima kasih. Sekaranglah saat SBY untuk bertindak. Kalau toh mati disantet koruptor (seperti JakGung Baharudin Lopa), doa ratusan juta rakyat RI mengantarmu hadi syuhada .. . . . . .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sargo » 0 Tanggapan
    itulah gaya SBY...kalo sudah terjepit akan melakukan segala cara dan bahasa bersayap..rakyat jadi bingung...!!!!
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wayan » 0 Tanggapan
    KALO SBY MELANGGAR JANJI UNTUK MEMBRANTAS KORUPSI, buktinya ampe sekarang ngk ada kasus korupsi yang tuntas!!! Anda sebagai presiden JUGA GAGAL
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Sugiharto » 0 Tanggapan
    Kritik sangat sangat Tepat gak ada yang salah dengan Kritik itu. Memang SBY sesuai dg Kritikan itu. LEMAH , TIDAK TEGAS, dan Ngawur
    Beri Tanggapan Laporkan
  • kyra » 0 Tanggapan
    mungkin memang benar dia menyalahi sumpah prajurit dan lain sebagainya,tapi saya merasa bahwa kritiknya tepat,dan seharusnya Sby menanggapi dengan lebih bijak kritik dari bawahannya itu yang juga menyuarakan suara masyarakat Indonesia
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.