tragedi sukhoi

SBY: Perangi Kemiskinan Tanggung Jawab Bersama

K. Yudha Wirakusuma - Okezone
Jum'at, 18 Maret 2011 01:57 wib
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok Okezone)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) mengatakan bahwa setiap individu maupun kelompok dalam masyarakat, memiliki tanggung jawab dalam menekan angka kemiskinan.

"Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk mengurangi kemiskinan, untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, membangun keadilan yang sejati di negeri ini. Islam memiliki banyak makna dan hakiki, satu di antaranya adalah keberpihakan kepada kaum dhuafa, fakir, miskin,” katanya dalam acara sosialiasi zakat nasional di Istana Negara, Kamis, (17/3/2011) malam.

Demikian halnya, lanjut Presiden, negara dan pemerintah punya tanggung jawab moral bahkan konstitusional untuk terus meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Karena itu, Presiden berpandangan, untuk mengurangi angka kemiskinan diperlukan hubungan sinergi yang baik antara pemerintah dengan steakholder lainnya.

"Saya menangkap dengan gamblang bahwa Baznas, Bazda, sungguh ingin dari masa ke masa mengurangi kemiskinan yang ada di negeri kita," ucapnya.

Presiden menambahkan, orang miskin itu tidak bisa dilihat dari penghasilannya maupun pendapatannya sehari-hari, tapi orang miskin adalah mereka yang tidak bisa mencukupi kebutuhan pangannya sehari-hari.

"Di dunia ini, dari tujuh miliar manusia di muka bumi ini, setiap malam ada 800 juta yang tidurnya tidak nyenyak, karena perutnya lapar, karena tidak cukup makan, karena penghasilannya tidak ada atau sangat pas-pasan," paparnya.

"Yang kedua yang disebut miskin adalah mereka yang manakala sakit tidak bisa berobat, tidak cukup memiliki uang untuk berobat, juga mereka yang tidak bisa menyekolahkan putra-putrinya karena tidak mampu. Mereka yang tidak memiliki tempat tinggal atau ada tapi tidak layak. juga mereka yang tidurnya dilalui dari hari ke hari, there's no certainty in their lives, tidak ada pekerjaan tetap dan penghasilan," katanya lagi.

(ded)