tragedi sukhoi

Makan Kambing & Sapi, Seekor Harimau 'Disandera' Warga

Rus Akbar - Okezone
Senin, 11 Juli 2011 20:01 wib
Ilustrasi harimau Sumatera (Foto: Reuters)
Ilustrasi harimau Sumatera (Foto: Reuters)

PADANG- Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) masuk dalam perangkat warga di Korong Tarok, Kanagarian Kapalo Ilalang, Kecamatan Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Hewan yang dikenal dalam bahasa Minang Inyiak itu masuk ke perangkap warga pada Sabtu 9 Juli lalu di bukit Banawa.

Menurut pengurus Pemuda Kayu Tanam, Asriwal Pangeran (42), harimau tersebut masuk ke perangkap berukuran 90 x 200 sentimeter yang dipasang oleh tuganai, sebutan untuk pawang harimau.

“Hasil pemeriksaan dokter harimau itu berjenis kelamin betina,” kata Asriwal, Senin (11/7/2011).

Harimau tersebut tidak diikat namun dibiarkan lepas dalam kandang berukuran besar. “Untuk menjerat harimau tersebut, perangkapnya harus menggunakan kayu dan tidak boleh memakai besi, termasuk paku. Untuk menganyam menjadi kandang menggunakan tali yang terbuat dari kulit kayu dan rotan,” terangnya.

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dari Sumatera Barat sudah datang ke lokasi untuk mengecek harimau. BKSDA meminta agar harimau diserahkan kepada Pemerintah.

“Tapi kami belum menyerahkan harimau tersebut, karena untuk menyerahkannya harus ada kesepakatan bersama,” ungkapnya.

Menurut Asriwal, sebelum diserahkan ke BKSDA pihaknya harus berdialog dengan warga. Pasalnya pada 2009 harimau tersebut sudah memangsa banyak ternak warga.

“Sejak tahun 2009 harimau ini telah memangsa ternak warga sebanyak 21 ekor kambing, lima ekor sapi, dan dua ekor kerbau serta binatang peliharaan lainnya,” beber Asriwal.

Harimau akan diserahkan jika pihak BKSDA memberikan bantuan atau asuransi atas kerugian warga. “Kita tidak ada niat menahan, memelihara bahkan menjualnya, tapi dudukkan dulu secara adat masalah harimau tersebut,” kata Asriwal.

Menurut dia, harimau memang termasuk hewan yang dilindungi, namun dia meminta ada perhatian dari pemerintah atas kerugian warga. “Jadi selesaikan dulu secara adat dengan cara duduk bersama. Kalau itu sudah selesai kami akan menyerahkan harimau tersebut ke tim BKSDA,” ucapnya.

Sementara Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sumbar, Chandra Putra, saat dikonfirmasi mengaku masih membicarakan perihal nasib harimau itu dengan warga.

(ton)