Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Orangtua Protes Pungli, Anak Dikeluarkan dari Sekolah

Tedi Suteja , Jurnalis-Kamis, 21 Juli 2011 |14:32 WIB
Orangtua Protes Pungli, Anak Dikeluarkan dari Sekolah
wordpress (ilustrasi)
A
A
A

BEKASI - Malang nian nasib Baruji. Gara-gara orangtuanya protes ke pihak sekolah, siswa kelas 3 SD Jati Melati Bekasi ini dikeluarkan dari sekolahnya.
 
Ernawati, orangtua Baruji menduga, Baruji dikeluarkan gara-gara dirinya menyinggung soal banyaknya sumbangan yang kerap kali diminta oleh sekolah.
 
“Di sekolah ini sedikit-sedikit uang, mau ngambil raport juga pakai uang" kata Ernawati kepada wartawan, Kamis (21/7/2011).
 
Parahnya lagi, kata dia, pihak SD Jati Melati membuat surat pernyataan palsu yang menyatakan seakan-akan orangtua Baruji yang meminta anaknya pindah sekolah dan bukan dikeluarkan oleh sekolah.
 
“Anak saya sudah tidak diterima lagi di sini. Guru-guru akan mogok ngajar kalau ada Baruji," tandasnya.
 
Menurut Ernawati, sejak kepala sekolahnya diganti SD Jati Melati sering meminta sumbangan kepada orangtua murid. Mulai dari biaya ambil raport, uang bangku, bahkan pemasangan lampu sekolah pun dibebankan kepada orangtua.
 
Saat ini, Ernawati masih merahasiakan masalah tersebut kepada Baruji. Dia beralasan tidak ingin mental anaknya terganggu dan ingin Baruji bisa bersekolah seperti biasa.
 
Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Encu Hermana menuturkan, pungutan di sekolah negeri itu tidak ada, mengingat sekolah negeri sudah bebas biaya dan ditanggung dana BOS.
 
“Saya baru mendapat kabar mengenai murid yang dikeluarkan dari Plt Wali Kota Bekasi. Hari ini kita akan ambil tindakan,” tandasnya.

(TB Ardi Januar)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement