TANGERANG - Segel pintu masuk gedung SDN Ciledug Barat, di Jalan H Rean, Benda Baru, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, akhirnya akhirnya dibongkar oleh pihak ahli waris.
Kendati begitu, para siswa tetap terancam tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam kelas, pada awal masuk sekolah, Rabu 7 September besok, lantaran pintu kelas mereka masih tetap dipagar kayu dan dibiarkan terus tersegel.
Pihak ahli waris baru akan membuka segel secara total, setelah keluar kesepakatan antara keluarga, ahli waris, dan Pemerintah Kota Tangsel.
"Siswa bisa mulai belajar dan mengikuti kegiatan belajar mengajar setelah ada kesepatan," ujar Jaudin salah satu ahli waris, kepada okezone, Selasa (6/9/2011).
Ditambahkannya, kesepakatan membuka segel pintu masuk gedung SDN Ciledug Barat, diambil setelah ada pertemuan dengan perwakilan Pemkot Tangsel yang diwakili oleh Camat Pamulang dan Lurah Benda Baru.
"Kesepakatan di dalam tadi, sekolah tetap kita segal. Besok jadi siswa hanya halal bil halal di sekolah," tambahnya. Dia menjelaskan, keluarga dan ahli waris akan tetap dengan pendiriannya, yakni meminta ganti rugi atas dipakainya lahan tanah seluas 1.035 meter2 oleh Pemkot Tangsel.
"Kita akan mendesak Airin, untuk kapan kepastian, bahwa kita akan dibayar. Untuk harga, kita sudah tawarkan Rp1 juta," jelasnya.
Sementara itu, Camat Pamulang Firdaus berharap, semua segel gedung SDN Ciledug Barat dibuka semua. Mulai dari pintu masuk sekolah, sampai pintu kelas. Agar siswa bisa tetap belajar sampai ada kesepakatan antara Pemkot Tangsel dengan ahli waris.
"Saya berharap, proses belajar mengajar akan tetap berjalan. Besok segel ruang kelas dan puntu masuk sekolah akan dibuka," terang Firdaus, Camat Pamulang.
(ded)