Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Insiden di GBK, Kapolda Metro Harus Dicopot

Dadan Muhammad Ramdan , Jurnalis-Jum'at, 09 September 2011 |07:01 WIB
Insiden di GBK, Kapolda Metro Harus Dicopot
Dokumentasi Okezone
A
A
A

JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Metro Jaya, berkaitan dengan insiden petasan di Gelora Bung Karno pada 6 September 2011 malam.

Selain itu, Presiden SBY diimbau meminta pertanggungjawaban Polri, khususnya Polda Metro Jaya kenapa insiden itu bisa terjadi. Sebab, sangatlah tidak lazim dalam pertandingan sepakbola, apalagi kualifikasi Piala Dunia, terjadi beberapa kali ledakan petasan besar.

"Insiden ini sangat memalukan Bangsa Indonesia, apalagi Presiden SBY ikut menonton pertandingan tersebut. Akibatnya, Presiden langsung meninggalkan tribun VVIP, ketika wasit menghentikan pertandingan," kata Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch kepada okezone, Kamis (8/9/2011) malam.

Dia menjelaskan dalam tayangan televisi terlihat Presiden sempat terkejut, karena ada petasan dan kembang api yang meluncur dari tribun atas. Dari pnelusuran IPW, dalam mengamankan pertandingan ini Polda Metro mengerahkan 2.100 personel dengan menerapkan tiga ring pengawasan.

Ironisnya, petasan, kembang api, dan botol air mineral tetap saja bisa lolos masuk ke dalam stadion. Bahkan, keempat tersangka yang diamankan polisi mengaku, petasan dan kembang api tersebut dibeli di dalam stadion.

"Insiden ini menunjukkan betapa ceroboh dan teledornya jajaran Polda Metro. Padahal, di era Kapolda Metro sebelumnya, setiap ada pertandingan sepakbola di Gelora Bung Karno, penyisiran sudah dilakukan sejak dari kawasan Cawang, Grogol dan Blok M terhadap bus yang membawa penonton. Penyisiran makin ketat tatkala penonton hendak memasuki stadion," ungkap Neta.

Namun di era Kapolda Metro Untung Rajab, kata dia, aksi penyisiran ini cenderung mengendur. Akibatnya, petasan, kembang api, dan botol bisa masuk ke dalam stadion. Berkaitan dengan itu, IPW mendesak Polri jangan hanya minta pertanggungjawaban terhadap keempat tersangka.

Polri juga harus mengevaluasi kinerja Kapolres Jakpus, Kabag Operasi Polda maupun Kapolda Metro Jaya. Sebab, ketiga pejabat Polri inilah yang paling bertanggung jawab terhadap insiden yang memalukan itu.

IPW juga mendesak ketiganya harus segera dicopot dari jabatannya. Jika tidak ada sanksi yang tegas terhadap ketiga pejabat Polri ini, bukan mustahil kinerja kepolisian di ibu kota akan terus mengendur, tanpa kendali, dan berbagai insiden yang memalukan bangsa Indonesia akan terus terjadi.

"Selain itu IPW mengimbau Presiden SBY bersikap tegas untuk meminta Kapolri segera mencopot Kapolda Metro yang sudah mempermalukannya di even internasional," tandas Neta.

(Dadan Muhammad Ramdan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement