Pakistan Akan 'Diatasi' Seperti Indonesia di tahun 60-an

Mitt Romney (Foto: AP)

Mitt Romney (Foto: AP)

WASHINGTON - Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan Pakistan memang terus memanas. Kedua negara saat ini terus berseteru sejak operasi yang menewaskan Osama bin Laden Mei lalu. 

Seorang kandidat presiden AS pun melihat Pakistan harus diatasi seperti Indonesia di era 60-an.

Saat debat antara kandidat presiden dari kubu Partai Republik, calon kandidat presiden Mitt Romney menjawab pertanyaan mengenai bagaimana cara mereka untuk menghadapi Pakistan bila di antara mereka menjadi presiden. Romney memberikan jawaban yang menarik dibandingkan kandidat lain, Rick Perry.

"Sudah seharusnya kita menarik diri dan keluar dari wilayah itu (Pakistan). Coba contoh Indonesia pada 60-an, AS membantu mereka menuju era moderen," jelas Romney seperti dikutip CSMonitor, Senin (28/11/2011).

"Kita harus membantu Pakistan masuk ke abad 21. Saat ini penerimaan warga Amerika terhadap Pakistan mencapai 12 persen. AS tidak melakukan investasi yang bagus. Sudah seharusnya Amerika mendorong untuk menciptakan peluang pihak barat masuk (ke Pakistan)," imbuhnya.

Sepertinya Romney melihat cara AS mendekati Indonesia dengan menggunakan kepentingan bisnis pada saat Presiden Soekarno masih berkuasa. Tetapi saat AS memotong bantuan ke Indonesia di tengah kelaparan, Presiden Soekarno melawan AS dengan menyebutkan "go to hell with your aid." 

Perlawanan Soekarno ini dilakukannya saat berpidato di depan umum pada 1964 lalu, dan dirinya pun melayangkan protes tersebut kepada Duta Besar AS untuk RI saat itu Howard Jones. 

Saat Soekarno diturunkan lewat kudeta pada 1965 lalu, banyak tuduhan bahwa AS melalui CIA telah membantu Soeharto, sebagai pengganti Soekarno. Soeharto yang berpangkat jenderal saat itu, pada akhirnya berkuasa selama 32 tahun sebelum akhirnya diturunkan pada 1998 lalu.

Selama berkuasa, Soeharto terus mendapatkan sokongan dari AS dengan segala macam bentuk bantuan ekonomi kepada Indonesia. Bahkan saat AS memiliki rival kuat seperti Uni Soviet dan China, saat ini masih terus mengucurkan bantuan.

Kini, pemimpin sipil Pakistan berada dalam kondisi genting. Mereka khawatir akan terjadinya kudeta dari pihak militer. Dengan Pakistan masih berupaya melawan militer, peran AS di Indonesia pada 1960-an mungkin bukan menjadi contoh baik untuk mengatasi kondisi di Pakistan. 

(faj)
Live Streaming
Logo
breaking news x