JAKARTA - Kapolri Jenderal Timur Pradopo menegaskan tidak ada penambahan personel ke Papua menjelang peringatan HUT OPM pada 1 Desember mendatang. Padahal satu kompi plus dua peleton Brimob telah meluncur ke Bumi Cenderawasih.
"Tidak ada penambahan personel atau peningkatan status keamanan. Semua berlangsung seperti biasa saja," ujar Kapolri usai acara puncak hari peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2011 dan HUT ke-66 PGRI di Sentul International Convention Center, Bogor (Jabar), Rabu (30/11/2011).
Ironisnya pada waktu hampir bersamaan tapi di tempat berbeda, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution menyatakan Kepolisian Republik Indonesia akan memprioritaskan pengamanan di tiga titik rawan di Papua, selama peringatan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM), pada 1 Desember, esok.
"Semua wilayah akan kita amankan. Tapi prioritasnya di tiga titik yaitu di Jayapura, Puncak Jaya, dan Paniayi," kata Saud di Mabes Polri.
Dijelaskannya, saat ini di wilayah Timika, khususnya di sekitar areal PT Freeport sudah ada kurang lebih 800 personel. Sementara di tiga titik rawan tersebut akan dikirim tambahan personel dari Jakarta. Untuk di Jayapura dan Puncak Jaya, masing-masing akan ditambah 100 personel atau satu kompi dari unsur Brimob. Sementara di Paniayi akan ditambah 2 pleton atau sekitar 30-60 personel.
Dalam kaitan ini Kapolri hanya mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang berada di Papua untuk tetap tenang. Sebab situasi keamanan di Bumi Cenderawasih masih aman terkendali. "Masyarakat tidak perlu resah. Kan masyarakat dilibatkan di dalam bagian pengamanan tersebut," ujarnya.
Informasi yang di dapat jenderal bintang empat ini tak ada laporan-laporan yang dapat menimbulkan kekisruhan di Papua. "Sejauh ini semua belangsung aman," tukasnya.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.