JAKARTA - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Yani memprotes keras penundaan rapat pemilihan calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini.
Hal ini, menurut Yani akan menjadi preseden buruk bagi Komisi III sebab penundaan hanya didasarkan pada pesan singkat yang dikirim Sekretariat Jenderal DPR. "Ini jadi preseden tidak baik," kata Yani kepada wartawan di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (2/12/2011).
Semestinya, kata dia, rapat tetap dilanjutkan dengan mendengarakan klarifikasi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas yang telah menyatakan bersedia untuk memberikan klarifikasi.
"Kabarnya Pak Busyro bersedia, telah kirim surat, pagi ini pilih empat dul. Setelah salat Jumat baru ketua," kata dia. Penundaan ini pun, diakui Yani, memang telah ramai diperbincangkan di group BlackBerry Mesenger (BBM) Komisi III.
"Semakin ditunda masuk angin nih semakin keras. Enggak apa-apa (dilanjutkan)," jelas Yanni.
Tak hanya Yani anggota Komisi III dari Fraksi PDI Perjuangan Herman Heri juga menyesalkan penundaan ini. “Bentuk kesewenang-wenangan," ujar Herman. "Setgab belum siap nunggu rapat kabinet," timbal anggota lain.
Seharusnya, kata Yani, rapat tetap dilanjutkan dan plenokan. Kalaupun ada keinginan untuk ditunda maka diputuskan dalam pleno komisi III.
Atas penundaan itu, Yani dan beberapa anggota Komisi hukum lain tengah mempertimbangkan untuk melayangkan somasi kepada pimpinan Komisi. “Sudah berulang, protes keras, bisa dianggap cacat. Sudah mengusulkan beberapa orang (untuk somasi)," kata dia.
Berikut pesan singkat dari Setjen DPR yang menyatakan penundaan rapat Komisi III ini. "Rapat Pleno Komisi III, Permintaan Klarifikasi terhadap Busyro Muqoddas dan Pengambilan Keputusan terhadap Pimpinan dan Ketua KPK akan dimulai Pkl.14.00 WIB (SETJEN DPR)".
(Dede Suryana)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.