JAKARTA- Walaupun masih banyak kendala yang dihadapi saat uji coba bus TransJakarta, Kepala Bidang (Kabid) Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Angkutan Darat Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Bernhard Hutajulu, tetap optimistis saat pengoperasian koridor XI ini.
"Sekarang kan uji coba wajar kalau banyak kendala, nantinya pas operasi akan berbeda," ujar Benhard, kepada wartawan, saat melakukan penguji cobaan bus Trans Jakarta, Jumat (23/12/2011).
Menurutnya saat ini masih ada beberapa pekerjaan yang mesti dibenahi sebelum pengoperasian bus TransJakarta pada (28/12/2011) nanti. "Seperti perapian pinggir jalan oleh Sudin PU yang dikerjakan satu atau dua hari ini,"jelas Benhard.
Bus TransJakarta koridor XI ini, hanya memiliki satu jalur khusus busway di Jalan I Gusti Ngurah Rai, dari arah Kampung Melayu menuju Pulogebang, sedangkan arah sebaliknya terpaksa harus bersingguan dengan jalur komersil.
Hal ini disebabkan karena ketersedian lahan yang mencukupi di jalan tersebut. "Kalau arah Kampung Melayu menuju Pulogebang tiga jalur makanya kami buat kan jalur khusus, sedangkan arah sebaliknya hanya dua jalur terpaksa kami satukan dengan jalur komersil," ungkap Benhard.
Lebih jauh, Benhard menjelaskan untuk membuat jalur khusus dari arah Pulogebang menuju Kampung Melayu setidaknya harus mengambil tiga setengah lahan yang berada di bahu jalan sepanjang tujuh meter.
"Namun keadaan tidak memungkinkan karena banyak pedagang yang kaki lima, padahal itu tanah pemda," terangnya.
Nantinya untuk memenuhi kebutuhan penumpang di koridor XI ini, lanjut Bernard, akan disediakan 21 bus gandeng. "Bus gandeng memiliki kapasitas yang besar," paparnya.
Selain itu, untuk perawatan jembatan penyeberangan orang (JPO) dan shelter bus Dinas Perhubungan masih akan dibantu oleh kontraktor untuk tujuh bulan ke depan.
"Itu terhitung sejak saat penyerahan pada 14 Desember ke depan, nantinya kalau ada kerusakan pihak kontraktor yang masih bertanggung jawab," jelasnya.
(ugo)