BANDUNG - Keluarga Lukman Hakim (15), remaja yang koma yang diduga dianiaya geng motor, menuntut pihak kepolisian supaya mengusut kematian anaknya.
"Kalau ini benar geng motor, polisi harus usut tuntas. Ini di luar perikemanusian,” kata orang tua korban, Ajat Sudrajat (39), di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Selasa (3/1/2012).
Ajat mengaku, hingga saat ini belum berkomunikasi dengan kepolisian. “Saya belum sempat lapor polisi karena baru urus SKTM buat minta bantuan biaya rumah sakit,” jelasnya.
Lukman yang sudah lama ditinggal ibunya meninggal, adalah pelajar kelas tiga sebuah SMP di Rancaekek. Saat ini dia tinggal bersama neneknya di Warga Babakan Suka Mulya RT 2 RW 6 Kelurahan Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Ajat menyebutkan, Lukman adalah anak pertama dari almarhum istrinya.
Saat ini kondisi Lukman Hakim masih koma paca menjalani operasi di beberapa bagian tubuhnya akibat luka senjata tajam. Bahkan kepalanya juga kena luka bacok dan mendapat 15 sampai 20 jahitan.
Ajat menuturkan, sebelum kejadian naas, pada malam Minggu 1 Januari lalu, Lukman meminta ijin untuk merayakan malam pergantian tahun dengan temannya di Bojongloa, Bandung. Pukul 20.00 WIB. Lukman bahkan sempat pulang dulu ke rumah untuk meminta uang. Dia pergi boncengan dengan temannya, Fahmi (15), menggunakan motor Lukman.
Pukul 23.00 wib, tutur Ajat, paman Lukman, Ridwan (30), bertemu mereka di Jatos, Jatinangor. Hingga pukul 03.00 WIB, Lukman belum juga pulang. Namun waktu itu dia sempat SMS, dan dijawab supaya Lukman segera pulang. “Baru 5 menit setelah SMS itu, ada telepon tapi beda bukan suara Lukman, tapi dari Polantas yang bilang ada kecelakaan,” cerita Ajat.
Ajat menemukan Lukman dirawat di Rumah Skit AMC Jatinangor dalam kondisi luka parah, begitu juga dengan temannya, Fahmi. Meski kondisi mereka luka parah, namun tidak ada barang yang hilang.
Sekira pukul 05.00 WIB, Lukman dan Fahmi dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung. Lukman ditangani di Ruang C2 sedangkan Fahmi di IGD. Tidak lama kemudian, Fahmi yang kritis tidak bisa bertahan. Fahmi yang merupakan warga Kampung Babakan Suka Maju, RT 2 RW 6 Jatinangor, meninggal Senin 1 Januari kemarin pukul 06.10 WIB. Jenazahnya kini sudah
diambil oleh keluarganya atas nama Aceng. (sus)
(ful)