Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Saksi Kunci Tewas, Penembak Satpam Heroik Sulit Terungkap

Bagus Santosa , Jurnalis-Selasa, 24 Januari 2012 |15:33 WIB
Saksi Kunci Tewas, Penembak Satpam Heroik Sulit Terungkap
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Penyidik Polsek Pasar Minggu, Jakarta Selatan, kesulitan mengungkap siapa penembak Amsyar (41), satpam PT Merapi yang tewas ditembak kawanan perampok, pada Kamis 19 Januari lalu.

Polisi beralasan, proyektil peluru yang bersarang di tubuh Amsyar belum diketahui karena masih dilakukan pengujian balistik. Selain itu saksi kunci yang melihat pelaku hanyalah korban seorang.

"Saksi kunci adalah korban (sendiri) yaitu Amsyar. Karena itu kami sulit mencari wajah pelaku karena saksi kunci sudah meninggal," jelas Kapolsek Pasar Minggu Kompol Adri Dases Furianto, di Ruang Instalasi Forensik dan Perawatan Jenasah, RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (24/1/2012).

Sementara itu, karyawan PT Merapi lainnya mengaku tidak mengenali wajah pelaku. "(Tapi) tentu akan kita cari keterangan dari berbagai pihak dan berusaha mencari bukti lain dengan berusaha semaksimal mungkin. Kita juga akan mencari dengan kesamaan-kesamaan motif pelaku yang sama. Untuk saat ini belum ada yang mengarah ke sana," tegasnya.

Amsyar menjadi korban penembakan saat berusaha mengejar kawanan perampok sepeda motor di kantornya pada Kamis pekan lalu. Dalam pengejaran ini, Amsyar ditembak di dekat Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dua selongsong peluru berhasil ditemukan di tempat kejadian perkara.

Amsyar menghembuskan napas terakhirnya tadi pagi sekira pukul 10.30 WIB akibat infeksi berat pada usus, bekas luka proyektil yang tembus ke lambung dan ke usus besar.

(Dede Suryana)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement