Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Laskar MMI dan Polisi 'Rebutan' Bramantyo

Prabowo , Jurnalis-Kamis, 16 Februari 2012 |04:56 WIB
Laskar MMI dan Polisi 'Rebutan' Bramantyo
A
A
A

YOGYAKARTA- Aksi teatrikal tunggal bertema ‘Melawan Radikalisme Agama dengan Seni Atas Nama Pribadi’ yang dilakukan seniman Yogyakarta, Bramantyo Prijosusilo gagal di lakukan di depan Markas Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jalan Karanglo No 94 Kotagede Yogyakarta, Rabu (15/2/2012).

Sebab, puluhan Laskar Mujahidin melarangnya. Bahkan, sempat terjadi kericuhan akibat tarik menarik antara Polisi dan Laskar untuk saling ‘rebutan’ mengamankan Bramantyo. Namun, akhirnya polisi berhasil mengamankan dan memboyongnya ke kantor polisi.

Rencananya, Bramantyo bakal melakukan aksi tunggal berjudul ‘Membanting Macan Kerah’. Aksi tunggal itu sebagai bentuk protes terhadap ormas islam yang selama ini dianggap anarkis di masyarakat.

Ketua MMI, Irfan S Awwas menampik organisasinya melakukan tindakan anarkis maupun melakukan penekanan terhadap minoritas. Ia juga menolak nuansa seni yang berbau SARA seperti yang akan di lakukan Bramantyo di depan markasnya.

“Siapapun bisa berdialog dengan kami. Kami menolak cara-cara seperti itu, pertunjukan atas nama seni budaya tapi dengan cara menistakan agama dan membuat fitnah terhadap ormas agama, itu jelas kami tentang,” tegasnya.

“Dia (Bramantyo) harus meminta maaf kepada semua pihak. Ia itu justru memicu perpecahan umat Islam yang ada di Jogjakarta,” sambungnya.

Sebelumnya,  Bramantyo melakukan aksi di depan kompleks makam Kotagede Yogyakarta. Makam tersebut hanya berjarak sekitar 500 meter dari kantor MMI. Bramantya mengunakan pakaian khas Yogya (sorjan) warna coklat lengkap dengan ikat kepala. Selain itu, ia juga membawa kendi berisi air ‘kembang macan kerah’.

Selanjutnya, Bramantyo akan mengelar aksi di depan markas MMI. Usai melakukan aksi di makam Kotagede, Brammantyo menaiki kereta kuda menuju lokasi (depan markas MMI). Namun, didepan markas sudah ada sekitar 50 orang laskar Mujahidin. Di lokasi perbatasan Bantul-Kota Yogyakarta tersebut, juga ada sekitar 150 anggota kepolisian baik yang berseragam maupun berpakaian preman.

Ketika Bramantyo hedak turun dari kereta kuda, ia langsung dicegah oleh puluhan Laskar Mujahidin. Laskar hendak membawa Bramantyo menuju markas.

Namun, polisi yang berjaga juga sigap. Polisi langsung mengamankan Bramantyo dan membawanya menuju Truk Dalmas Polres Bantul. Selanjutnya, polisi membawanya menuju Polres Bantul.

(Stefanus Yugo Hindarto)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement