JAKARTA - Percepatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar, dari rencana Oktober menjadi Juli 2012, harus membahas mekanisme
penetapan calon presiden (capres) Partai Golkar dan bukan sebaliknya langsung menetapkan capres.
“Jadi jika ingin mempercepat Rapimnas, menurut saya agenda utamanya membahas mekanisme penetapan capres. Mekanisme penetapan capres itu harus disepakati dahulu,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung, dalam keterangannya yang diterima okezone, Sabtu (21/4/2012) malam.
Akbar tidak mempermasalahkan, jika Rapimnas dipercepat menjadi bulan Juli, namun agenda pembahasan soal rekrutmen capres, dengan pola konvensi seperti dilaksanakan pada masa kepemimpinannya.
Apabila konvensi tidak disetujui, maka mekanisme rekrutmen capres itu mesti melibatkan semua stake holder atau para pihak yang ada dilingkungan Golkar dan melibatkan infrastruktur partai hingga ke
tingkat bawah.
“Dan yang penting, mekanisme harus dilaksanakan secara demokratis yakni memberi peluang kepada kader dan pimpinan partai yang memiliki peluang untuk ikut dicalonkan. Di Golkar, calon yang mumpuni cukup banyak,” ujarnya.
Proses dan mekanisme rekrutmen calon pemimpin dijalankan oleh Golkar. Sama seperti yang dilakukan untuk memilih calon kepala daerah, melalui tahapan penjaringan, pendaftaran, dan juga dilengkapi
dengan survey tentang tingkat popularitas arau keterpilihan calon.
“Ingat, sukses Golkar salah satunya adalah pengembangan demokrasi," pungkasnya.
(K. Yudha Wirakusuma)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.