Dipecat DKPP, Anggota KPU Medan Pastikan Tak Berbuat Curang

Erie Prasetyo, Okezone · Selasa 11 November 2014 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2014 11 11 340 1063979 dipecat-dkpp-anggota-kpu-medan-pastikan-tak-berbuat-curang-4AeeL3rcBL.jpg Rahmat Kartolo (paling kiri) dan kuasa hukumnya (foto: Erie P/Okezone)

MEDAN - Mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, Rahmat Kartolo, menyatakan puas dengan putusan majelis hakim PTUN Medan yang mengabulkan gugatannya atas surat keputusan (SK) pemberhentian yang dikeluarkan KPU Sumut.

Sebelumnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Rahmat Kartolo karena dianggap melanggar kode etik atas dugaan kecurangan yang dilaporkan oleh caleg DPR-RI nomor urut 1 dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan Sumatera Utara-I, Leo Nababan.

"Tanpa pembelaan diri, saya langsung dituduh melakukan kesalahan yang tidak saya lakukan. Saya tidak melakukan kecurangan suara pada pileg lalu," ungkap Rahmat, di Medan, Selasa (11/10/2014).

Dengan sudah adanya putusan PTUN Medan itu, maka SK KPU Sumut menjadi tidak sah. Rahmat akan kembali menjadi anggota KPU Medan sesuai masa jabatannya, dan nama baiknya juga akan direhabilitasi oleh KPU Sumut.

"Saya berharap KPU Sumut secara sukarela melakukan putusan ini. Jangan ada oknum yang akan memanfaatkan nama DKPP," ujarnya Rahmat.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan KPU Sumut melakukan banding atas putusan tersebut, Rahmat menyatakan siap mengikuti proses hukum. "Saya ikuti prosesnya, bukan jabatan KPU yang saya kejar. Namun perlu dipahami, proses untuk menjadi anggota KPU sangat berat dan butuh waktu yang panjang," jelasnya.

Selain Rahmat, gugatan empat mantan anggota KPU Nias Selatan (Nisel) yang mengalami nasib serupa juga dikabulkan PTUN. Dari empat orang tersebut, salah satunya adalah Ketua KPU Nisel, Fan Solidarman Dachi.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini