8.622 Polisi Amankan Pengumuman Pilpres & Arus Mudik di Aceh

Salman Mardira, Okezone · Senin 21 Juli 2014 22:54 WIB
https: img.okezone.com content 2014 07 21 340 1016031 KRNa8iCoEE.jpg Gelar pasukan pengamanan (Ilustrasi)

BANDA ACEH - Polda Aceh menerjunkan 8.622 personel untuk mengamankan mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1435 Hijriah. Mereka akan disebar seluruh Aceh, termasuk disiagakan pada lokasi-lokasi dianggap rawan.

"Semua pasukan nantinya akan disebarkan ke seluruh Aceh untuk dilakukan supervisi pada personel yang ada di daerah," kata Kapolda Aceh Irjen Husein Hamidi kepada wartawan usai gelar pasukan Operasi Ketupat Rencong 2014 di Halaman Mapolda Aceh, Senin (21/7/2014).

Operasi akan dimulai sejak 22 Juli hingga 16 hari ke depan, sebanyak 600 polisi akan menempati 63 titik Pos Keamanan dan 31 titik Pos Pelayanan di seluruh Aceh. Selain menjaga arus mudik, kata Husein, polisi juga mengawasi terciptanya keamanan dan ketertiban di lokasi-lokasi ditinggal pemudik.

Menurutnya, pasukan yang disiapkan tersebut juga sekaligus mengamankan Aceh menghadapi rekapitulasi nasional perolehan suara pemilihan presiden yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) 22 Juli, besok. Meski rekapitulasi berlangsung di Jakarta, namun daerah dianggap juga butuh pengamanan khusus.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Aceh, Rizal Aswandi mengatakan, jumlah pemudik di Aceh tahun ini diperkirakan meningkat 5 sampai 7 persen. 30 ribu hingga 40 ribu diantaranya mudik dengan kendaraan umum. Sementara 60 persen diantaranya diprediksi melintas di jalur Timur Utara Aceh.

Soal jalan dan fasilitas transportasi, kata dia, tak menjadi masalah lagi. Selain jalan sudah bagus, juga tersedia 3 ribu bus umum baik katagori Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi.

Rizal menambahkan pihaknya sudah memetakan daerah-daerah rawan, termasuk berpotensi longsor seperti di wilayah tengah dan barat selatan Aceh. "Di lokasi rawan longsor Dinas Bina Marga sudah mendirikan posko," ujarnya.

Pihaknya juga sudah mendirikan pos di setiap daerah, bekerja sama dengan Kepolisian dalam mengamankan mudik dan balik lebaran. Di setiap terminal juga diadakan tes urine terhadap para supir bus, untuk menghindari penggunaan narkoba.

Gubernur Aceh Zaini Abdullah meminta masyarakat tetap tenang menghadapi dua even besar: pengumuman pemilihan presiden dan arus mudik lebaran. "Kita berhadap dengan adanya gelar pasukan ini diharapkan rakyat bisa tenang dan tetap menjaga ketertiban umum," ujarnya.

Zaini meminta kepolisian agar memperkuat peran intelijen untuk mencegah terjadi hal-hal tak diinginkan dalam menghadapi pengumuman pilres dan arus mudik. Sejauh ini kondisi Aceh masih sangat kondusif.

(kem)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini