Mengemis Sudah Jadi Profesi

Selasa, 31 Juli 2012 06:08 wib | Gloria Safira - Okezone

Mengemis Sudah Jadi Profesi Ilustrasi JAKARTA - Peraturan daerah (perda) mengenai ketertiban umum di mana adanya larangan untuk memberi sedekah kepada pengemis di jalanan dirasa tidak berjalan efektif untuk mengurangi pengemis. Fenomena pengemis kambuhan muncul pada saat bulan Ramadan tiba. bahkan meningkat dibandingkan bulan-bulan lainnya.

"Ini merupakan kacamata ekonomi yang membuat mereka berpikir bahwa ini kesempatan untuk mencari penghasilan," kata Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna saat dihubungi oleh Okezone, Senin (30/7/2012).

Yayat menyebut, mengemis saat ini sudah menjadi sebuah profesi dan berjalan secara musiman. Disebutnya sebagai profesi karena tuna karya ini berpikir tentang keuntungan dan kemudahannya mencari uang.

Namun, tambahnya, ini bukan berarti cerminan kehidupan ekonomi Ibu Kota semata. "Ini merupakan kewenangan yang sulit diatasi oleh DKI Jakarta karena sebagian besar pengemis pun datang dari luar Jakarta,"tambahnya.

Selain Perda yang tidak efektif, kata Yayat, seharusnya lebih diperhatikan bagaimana cara menjalankannya di lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, perolehan hasil dari mengemis bisa mencapai Rp100-150 ribu per hari. Ini yang menyebabkan profesi untuk mengemis ini akan semakin bertambah.

Yayat pun menyarankan, sebaiknya masyarakat memberikan sumbangan untuk kaum dhuafa melalui lembaga resmi. Tapi, Yayat menambahkan, masyarakat cenderung memiliki kekhawatiran apakah sumbangan itu sampai atau tidak kepada yang membutuhkan.

"Harus diperhatikan akuntabilitas dari lembaga-lembaga apakah lembaga tersebut dapat dipertanggungjawabkan atau tidak," jelasnya.

Sementara itu, Tokoh Muslim, Narseh Abdurahim, mengatakan, tingkat kemiskinan di Indonesia meningkat lantaran kurangnya kepedulian pemerintah terhadap kehidupan kaum miskin serta lapangan pekerjaan yang semakin sulit didapatkan.

Menurutnya, tak bisa dipungkiri pengemis terutama di Ibu Kota semakin meningkat saat Ramadan. Mirisnya, banyak ibu-ibu mengemis dengan melibatkan anak-anaknya.

"Setiap Jumat, di masjid tempat saya biasa mampir, semakin marak jumlah pengemisnya. Pengemis yang biasanya tidak ada, sekarang ada. Selain itu ada juga ibu-ibu yang membawa anak-anaknya," tuturnya. (trk)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.

BERIKAN KOMENTAR ANDA

BACA JUGA »