PHBI: Tidak Tepat Polisi Tembak Orang Gila hingga Tewas

|
PADANG - Perhimpunan Bantuan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) Sumatera Barat menilai, penembakan yang dilakukan polisi terhadap seorang warga yang mengalami gangguan jiwa, Jamaris (45), pada Kamis, 20 September lalu, kurang tepat.

Meski seorang polisi, Aipda Julius, mengalami luka bacokan oleh Jamaris, warga Sungai Buliah Pasar Usang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, polisi masih bisa melalukan upaya lain untuk melumpuhkannya.

Ketua PBHI Sumbar, Firdaus, menjelaskan, sesuai ketentuan Pasal 47 ayat (2) huruf b Perkapolri Nomor 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam konteks pembelaan diri, aparat kepolisian memang dibenarkan untuk melepaskan tembakan setelah upaya persuasif gagal dan aparat tersebut terancam nyawanya.

Selain itu, lanjut dia, ada Protap Polri Nomor 1 Tahun 2010 tentang penanggulangan anarkis, penggunaan senjata api, terkait cara bertindak untuk melumpuhkan perlawanan fisik.

Pada prinsipnya, jelas Firdaus, yang dilakukan petugas seharusnya hanya melumpuhkan bukan membunuh atau mematikan.

“Apabila pelaku tidak mengindahkan tembakan peringatan maka dilakukan tembakan peringatan kepada sasaran yang tidak mematikan. Karenanya, sebelum menjalankan tugas, anggota Kepolisian sudah dibekali keterampilan khusus dalam penggunaan senjata,” jelas Firdaus kepada Okezone, Sabtu, (22/9/2012).

Jamaris saat itu memegang senjata tajam dan polisi telah membujuknya, meski gagal. Sesuai dengan protap a quo, sudah sepatutnya aparat melepaskan dua kali tembakan peringatan ke arah yang tidak membahayakan. “Tapi ini sangat fatal sehingga Jamaris yang diduga ada kelainan jiwa itu mati,” katanya.

PBHI menyambut baik sikap Kapolres Padang Pariaman untuk melakukan penyelidikan terkait penembakan yang dilakukan aparat Polsek Batang Anai itu.

“Ini bertujuan agar kepastian hukum dan terhadap dan keadilan terhadap korban penembakan maupun aparat yang menjadi korban,” tutupnya.
(ton)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Janji Jokowi Mulai Ditagih