Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

"Bambang Widjojanto Takut Bongkar Kasus Century"

Mustholih , Jurnalis-Rabu, 21 November 2012 |08:25 WIB
Bambang Widjojanto (kiri)
A
A
A

JAKARTA - Angota Tim Pengawas Century, Lily Wahid mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkendala sistem kolektif kolegial dalam membongkar skandal Bank Century. Anggota Komisi I DPR itu menilai Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto (BW) paling takut membongkar kasus bailout Rp6,7 triliun itu.

"Saya melihat yang tidak berani justru BW," katanya dalam kepada Okezone, Selasa (20/11/2012).

Sepanjang Rapat Dengar Pendapat antara Timwas Century dengan pimpinan KPK, Lily melihat telah terjadi perpecahan di petinggi-petinggi lembaga antikorupsi itu. "Ketua KPK terkendala perpecahan di tingkat pimpinan karena aturan main kolektif kolegial," ungkap Lily.

Akibatnya, kata Lily, Abraham Samad dan kawan-kawan melempar lagi 'bola panas' Century ke DPR. "Situasi hari ini seperti lingkaran setan. Dari DPR dengan opsi C diserahkan kepada aparat hukum. Tapi oleh aparat hukum dalam hal ini KPK, dilempar ke DPR lagi," terang Lily.

Sebelumnya, Ketua KPK, Abraham Samad, menyatakan tidak mungkin bisa menelusuri keterlibatan Budiono dalam kasus Bank Century. Berlindung pada Pasal 7B Undang-undang 1945, Abraham menyatakan hukum konstitusi Indonesia melarang KPK melakukan penyelidikan kepada warga negara istimewa.

Sebagai wakil presiden, Abraham menilai Budiono yang pernah menjabat Gubernur Bank Indonesia itu merupakan warga negara istimewa. Dalam hukum konstitusi, kata dia, KPK tidak punya kewenangan melakukan penyelidikan kepada warga negara istimewa.

Menanggapi pernyataan Abraham Samad itu, Lily mengatakan KPK sebenarnya telah menampilkan dagelan paling konyol. "Pertanyaan besarnya adalah duluan mana ayam atau telur? Ini dagelan KPK yang paling konyol," ungkapnya.

(Tri Kurniawan)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement