JAKARTA- Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi, menilai jika tahun ini adalah tahun politik maka diyakini akan banyak anggota dewan yang tidak mengikuti agenda di DPR dan lebih fokus pada kepentingan partai.
Untuk itu, Burhanudin meminta Badan Kehormatan (BK) bersikap tegas memberikan sanksi jika ada anggota dewan yang bolos dalam bekerja.
"Ini memang tahun politik bukan hanya masa reses bukan hanya tidak hadir, maka Badan Kehormatan harus bisa kasih sanksi yang tegas, terutama pada anggota DPR yang bolos" jelas Burhanuddin, di Kampus UIN Syarif Hidayatullah.
Dia berpendapat, selama ini kinerja para anggota dewan periode 2009-2014 jauh dari harapan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab.
"Saya melihat anggota DPR ini kinerjanya masih jauh dari memuaskan, fungsi legislasi, budgeting dan controlling mereka tidak berjalan optimal," tambhanya.
Burhanudin menyarankan, BK memberikan sanksi yang dapat menimbulkan efek jera terhadap wakil rakyat yang tidak fokus bekerja. Salah satunya dengan mencantumkan nama-nama anggota dewan yang kerap bolos pada papan pengumuman.
"Pengumuman nama misalnya, itu juga sangat efektif dan berhasil membuat mereka jera," katanya.
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.