JAKARTA - Peneliti Senior Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Toto Sugiarto memprediksi kinerja anggota DPR periode 2014 tidak akan lebih baik dari periode sebelumnya. Banyaknya partai politik yang mengusung artis jadi calon anggota legislatif (caleg) bisa jadi pemicunya.
Kata dia, partai politik memilih cara isntan dengan mengusung artis jadi caleg agar tetap lolos ke Senayan. Padahal, seharusnya, jauh-jauh hari partai politik sudah menyiapkan calon yang berkualitas dan tahu fungsi DPR.
"Bagaimana artis yang sehari-hari tidak pernah perhatian dengan tugas DPR bisa duduk di sana," kata dia kepada Okezone, Selasa (23/4/2013).
Menurutnya, pemilih cerdas yang bisa membedakan mana caleg berkualitas dan mana tidak memang ada. Tapi, jumlahnya sangat sedikit. Pemilih cerdas rata-rata yang sudah berpendidikan tinggi dan memilik informasi yang cukup tentang caleg.
Toto khawatir dengan pemilih yang minim informasi tentang rekam jejak caleg. "Jangan heran kalau DPR periode nanti diwarnai korupsi, diwarnai kemalasan, studi banding tidak berguna, diwarnai pencitraan semata-mata. Hasilnya, legislasi minin dan banyak judicial review," ungkapnya.
Sementara itu, Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Yurist Oloan mengatakan, partai yang mengusung artis kepentingannya hanya untuk mendulang suara.
"Lebih dari itu diharapkan juga perolehan kursi bertambah. Itu keuntungan yang diperoleh partai dari artis," ujarnya.
(Tri Kurniawan)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.