DENPASAR- Kepolisian memberlakukan status siaga satu menjelang dan pascapenetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih periode 2013-2018 oleh Komisi Pemilihan Umum Provinsi Bali.
Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol Gede Alit Widana, menyatakan untuk mengawal jalannya rapat pleno rekapitulasi surat suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur KPU Bali, pihaknya mengerahkan semua kekuatan.
"Polda Bali siaga satu sampai situasi benar-benar kondusif, dan tidak ada hal-hal yang dapat mengancam dan mengganggu dan keamanan wilayah," ujarnya di sela pengamanan rapat pleno KPU Bali di Jalan Tjok Agung Tresna, Denpasar, Minggu (26/5/2013).
Dalam pengamanan kali ini, pihaknya dibantu aparat TNI dari Kodam IX Udayana serta mendapat bantuan personel dari Brimo Mabes Polri.
Ribuan personel gabungan TNI/ Polri itu disebar ke semua wilayah di Bali dengan konsentrasi di Denpasar, tempat digelarnya rapat pleno rekapitulasi perolehan suara pemilihan gubernur.
Pengamanan di seputaran Renon sebagai pusat pemerintahan dan perkantoran lainnya terlihat mencolok bahkan sejak pagi sekira pukul 08.30 Wita, Jalan Tjok Agung Tresna diblokir petugas, sehingga tidak bisa dilalui masyarakat umum hingga siang ini.
Widana menjelaskan, jajarannya ditempatkan di titik-titik strategis untuk terus memantau situasi dan mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi pascapenetapan gubenur dan wakil gubernur terpilih.
Di kantor KPUD Bali mendapat pengamanan super ketat, baik dari kekuatan personel maupun peralatan pendukung operasionalnya.
Mereka yang tidak memiliki identitas jelas tak diperkenankan memasuki Kantor KPU. Hingga pukul 14.00 Wita, rapat pleno rekapitulasi suara di KPU Bali masih berlangsung dan situasi relatif berjalan lancar tidak ada insiden berarti.
(Kemas Irawan Nurrachman)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.