Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ngotot Belajar Bahasa Inggris, Maretha Raih Beasiswa ke Amrik

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Jum'at, 08 Agustus 2014 |14:11 WIB
<i>Ngotot</i> Belajar Bahasa Inggris, Maretha Raih Beasiswa ke Amrik
Lulusan terbaik dan tercepat Unesa, Maretha Delarosa meraih beasiswa ke Amerika berkat keseriusannya belajar bahasa Inggris. (Foto: dok. Unesa)
A
A
A

JAKARTA - Predikat lulusan terbaik tidak membuat Maretha Delarosa jumawa. Sebaliknya, sarjana Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu justru terus belajar untuk melanjutkan studinya.

Sejak lulus tiga tahun lalu. Maretha pun mulai sesi belajar intensif bahasa Inggris. Apalagi, sebagai lulusan terbaik dan tercepat, dia mendapat fasilitas bantuan dari kampus untuk melanjutkan studi magister, terutama di luar negeri. Maretha gigih mengikuti berbagai tes dan pelatihan bahasa Inggris dalam pembinaan khusus calon dosen di Unesa. 

Program pembinaan ini merupakan cara Unesa mempersiapkan diri menjadi kampus kelas dunia. Selain memberikan kesempatan bagi lulusan terbaik atau mahasiswa berprestasi melanjutkan studi pascasarjana, Unesa juga mengeluarkan kebijakan bagi dosen muda yang berumur kurang dari 35 tahun untuk melanjutkan studi S-3 di luar negeri.

"Semoga prestasi Maretha dapat menjadi contoh bagi mahasiswa, dosen, alumni Unesa yang lain agar mengikuti jejak Maretha memanfaatkan masa muda untuk studi di luar negeri," ujar Rektor Unesa, Prof. Muchlas, seperti dinukil dari laman Unesa, Jumat (8/8/2014).

Perjuangannya tidak sia-sia. Maretha lulus seleksi dari 840 pendaftar Program to Extend Scholarship to Achieve Sustainable Impacts (PRESTASI) USAID. Bersama 30 profesional muda lainnya, Maretha meraih beasiswa senilai USD20 juta dari Indonesian International Education Foundation (IIEF) USAID. Dia pun memilih program magister pendidikan di Ohio State University, Amerika Serikat.

Sementara itu, saat pembekalan prakeberangkatan penerima beasiswa ke Amerika, Direktur Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), Andrew Sisson memaparkan, kesempatan para profesional muda Indonesia untuk meraih gelar pascasarjana di Amerika terbuka luas melalui program beasiswa USAID.

"Setelah kembali ke Indonesia, para lulusan penerima beasiswa akan bergabung dengan para lulusan penerima beasiswa USAID lainnya yang saat ini telah bekerja di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kehidupan masyarakat dan membantu Indonesia menuju sukses," tutur Sisson.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement