6. Lyudmila Mykhailivna Pavlychenko
Oleh teman-temannya semasa kuliah di Universitas Kyiv, si cantik ini dipanggil “Lyuda”. Tapi buat para tentara Jerman, sebutannya “Lady Death” atau “Wanita Kematian”. Di antara para sniper wanita Negeri Beruang Merah, nama Lyuda disebut-sebut sebagai yang paling jempolan.
Total, Lyuda mencatatkan 309 kills hanya dalam kurun waktu 14 bulan, sejak bertugas pada 1941 di Divisi Senapan ke-25 Tentara Merah. Namun gadis jelita kelahiran Bila Tserkva ini terpaksa ditarik mundur dari medan peperangan, pasca-terluka di tengah-tengah gempuran mortir Jerman. Sejak saat itu, Lyuda tak pernah lagi terjun ke medan perang, di mana prestasinya dijadikan “bahan” propaganda dan pembicara publik.
Lyuda bahkan jadi warga Soviet pertama yang pernah diundang ke Gedung Putih oleh Presiden Franklin Delano Roosevelt, beserta istri, Eleanor. Setelah perang usai, Lyuda memilih menyelesaikan kuliah dan menjadi sejarawan. Sedikit banyak, kehidupan Lyuda “diabadikan” di film produksi Rusia-Ukraina, “Battle for Sevastopol” yang dirilis 2015 lalu.
(Emirald Julio)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.