3. Nina Pavlovna Petrova
Di antara para sniper muda Soviet, Petrova termasuk yang paling senior. Mengajukan diri secara sukarela di usia ke-48, sniper berjuluk “Mama Nina” itu mencatatkan 122 kali menewaskan tentara musuh. Nahas, Petrova justru tewas bukan saat berperang, melainkan karena kecelakaan mobil di usia 53 tahun, tepat tujuh hari sebelum PD II berakhir.
4. Nina Alexeyevna Lobkovskaya
Dendam jadi alasan utama Nina Lobkovskaya untuk masuk ke barisan Tentara Merah, pasca-kematian ayahnya, Alexei di “Battle of Voronezh”, Oktober 1942. Kecakapan Lobkovskaya dalam menembak dan punya catatan 89 kills, membuatnya bertugas, tak hanya di Angkatan Darat Soviet, tapi juga Angkatan Laut dengan mengomandani 100 sniper wanita Soviet lainnya.
5. Tatiana Ignatovna Kostryna
Kostryna, jadi salah satu sniper wanita Soviet lainnya yang tak kalah cemerlang, dengan catatan 125 kills sepanjang kariernya di Front Timur PD II. Pada 1943, Kostryna bahkan sudah memegang komando satu batalion infantri, setelah komandan dan hampir semua staf di batalion itu tewas dalam pertempuran.